anak pintar dan cerdas

  • Home
  • About
  • Template
  • Design
  • Blogger
  • Tips Tricks
Home » mulanya » tokoh » Mengenal Tokoh dan Ilmuwan Isaac Newton

Kamis, 26 Maret 2015

Mengenal Tokoh dan Ilmuwan Isaac Newton

Isaac Newton, Ilmuwan besar sepanjang masa,  penemu Gaya Gravitasi, dilahirkan di di  county Lincolnshire, Inggris pada tanggal 4 Januari tahun 1643. Pada saat kelahirannya, negara Inggris masih mengadopsi kalender Julian, sehingga hari kelahiran Isaac Newton dicatat sebagai 25 Desember 1642 pada hari Natal, bertepatan pula dengan tahun meninggalnya Ilmuwan besar fisika lainnya, Galileo Galilei.
Isaac Newton, lahir prematur sehingga keluarganya sempat khawatir apakah Newton bisa tetap bertahan hidup. Ukuran tubuh Newton sangat kecil, ditambah keadaan cuaca saat itu yang begitu dingin menerpa daratan Inggris utara sehingga bayi kecil Newton gemetaran dan mengalami sesak nafas.
Ayahnya yang juga bernama Isaac Newton sudah meninggal tiga bulan sebelum kelahiran Newton. Jadilah Newton lahir tanpa ditunggui oleh sang ayah selama hidupnya. Meskipun ayah Newton seorang petani yang mempunyai tanah pertanian sendiri, namun hidupnya masih sangat sulit, sehingga tak banyak mewariskan harta benda. Tahun-tahun pertama, hidup Isaac Newton merupakan perjuangan yang amat berat, baik bagi Isaac Newton yang masih bayi, maupun bagi Ibunya yang berperan juga sebagai kepala keluarga. Walaupun dibantu neneknya, Ibunya tetap kewalahan merawat Newton karena ia juga harus mengurus ladang dan peternakan mereka untuk dapat mencukupi hidup mereka. 
Menginjak umur tiga tahun, Ibunya, sudah tidak tahan membanting tulang menafkahi keluarganya, akhirnya memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang pendeta yang bernama Barnabas Smith, dari Desa North Withan, tak jauh dari rumahnya. Keputusan yang amat berat bagi Hannah karena Barnabas Smith yang sudah berusia 63 tahun tidak memperbolehkan membawa anaknya. Namun begitu sebagai kompensasi keputusannya, Barnabas Smith sanggup memberikan hasil panen dari sawahnya yang besarnya 50 pound sebagai biaya hidup Newton.
Newton hidup dalam asuhan Neneknya, Margery Ayscough. Kenangan masa kecil yang amat pahit ditinggalkan kedua orang tuanya ini begitu membekas dalam ingatan Isaac Newton, sehingga berdampak dirinya tak begitu menyukai Ibunya dan juga Ayah tirinya. Kekecewaan dan rasa benci Isaac Newton kepada Ibu dan Ayah tirinya itu kelak terungkap dalam penyesalan dan pengakuan dosanya. Namun begitu saat sudah bersekolah, Newton terkadang mengunjungi Ibunya di Desa North Witham yang tak jauh dari tempat tinggal neneknya dan diam-diam ikut membaca buku-buku di perpustakaan Ayah tirinya itu. Dan yang lebih mengherankan meskipun masih kecil, Newton justru tertarik kepada sebuah buku yang teramat tebal untuk seorang anak, yaitu Alkitab. 
Isaac Newton hidup bersama neneknya yang mendidik dan membesarkannya dengan penuh cinta namun juga dengan tradisi kerja keras dan disiplin keagamaan. Newton bersekolah di sebuah sekolah swasta tak jauh rumahnya. Namun karena sejak kecil biasa hidup menyendiri dan tak suka bergaul, Newton menjadi siswa yang pemalu dan kurang percaya diri, akibatnya ia sering salah dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan gurunya dan sering mendapatkan hukuman.
Newton pun sering menjadi bahan ejekan teman-temannya, dan dicap sebagai anak yang bodoh. Nenek Margary membesarkan  hati Newton agar tumbuh kepercayaan dan menghilangkan sikap pemalunya. Nenek Margary juga memberikan nasehat berharganya, agar Newton berani melawan dan terlebih membuktikan bahwa dirinya bukanlah anak yang bodoh. Newton bertekad untuk menuruti semua nasehat neneknya, teman-temannya yang mengejek dirinya, tanpa banyak kata langsung dihajarnya hingga tunggang-langgang. Kejadian masa kecil itu akhirnya menjadi titik balik kehidupan Newton. Juga memberikan satu tekad bahwa ia harus di atas teman-temannya, dengan begitu orang tak akan berani lagi sewenang-wenang kepada dirinya, baik di atas tinju (kekuatan fisik) maupun kecerdasan.
Newton akhirnya tumbuh menjadi anak yang percaya diri dan senang bereksperimen.  Pada suatu hari saat Newton berumur 9 tahun, ia sempat jengkel karena saat sedang asyik menggambar dan berteduh di bawah bayangan pohon rindang, perlahan-lahan bayangan itu bergeser sehingga ia kepanasan. Namun kejadian itu mengilhaminya untuk membuat sebuah jam alam berdasarkan bayangan matahari. Newton dengan cerdik membuat lingkaran jam yang sudah diberi pula angka-angka penunjuk waktu dari satu sampai dua belas, dan sebuah tonggak di tengahnya sebagai penunujuk bayangan matahari. (Jam waktu berdasar bayangan matahari  buatan Newton itu  hingga kini masih tersimpan di dalam gereja). Selain jam matahari, Newton kecil juga berhasil membuat kincir angin.   
Umur 12 tahun, Isaac Newton lulus dari Sekolah Dasar. Newton pun melanjutkan ke sekolah lanjutan. Isaac Newton dikirimkan oleh neneknya ke sekolah bahasa di daerah Grantham, yaitu sekolah The King’s School. Saat bersekolah di Grantham ini, karena letaknya agak jauh, Newton tinggal di-kost milik William Clarke. Newton diterima layaknya keluarga oleh keluarga William Clarke, karena perilaku Newton yang menyenangkan, dan rajin membantu memperbaiki perkakas rumah tangga yang rusak.
Di tempat kost ini Newton dapat menyalurkan kesenangannya membaca buku tentang kimia dan matematika koleksi William Clarke. William Clarke turut andil dalam membentuk Newton menjadi ilmuwan dunia melalui koleksi buku-bukunya. Di King’s School Newton bukan lagi murid pemalu, namun murid paling pandai. Akan tetapi sejak kecil Newton sudah dididik neneknya agar menjadi orang yang rendah hati, maka Newton tak mau memperlihatkan kepada teman-temannya, hanya guru-guru dan kepala sekolahnya yang mengetahui akan kejeniusan Newton. Pada saat berumur 12 tahun ini, Newton sudah berhasil membuat kincir angin dan juga membuat jam waktu dengan metode tetesan air.
Usia 15 tahun Newton melakukan eksperimennya yang mengantarkannya dinobatkan sebagai “penemu remaja”, Newton menemukan “jam tetesan air”. Guru dan teman sekolahnya sangat gembira dan amat mengagumi kejeniusannya. Namun lagi-lagi karena faktor kemiskinan yang membelit keluarga Newton, ia terancam berhenti sekolah lagi. Beruntung pihak sekolah akhirnya membebaskan biaya sekolah sehingga Newton pun dapat bersekolah lagi. Akhirnya apa yang menjadi keyakinan Kepala Sekolah King’s School tentang kejeniusan Newton terbukti, Isaac Newton dapat menamatkan sekolah pada usia 18 tahun dengan nilai yang memuaskan.
Pada bulan Juni 1661 saat berumur 18 tahun, Isaac Newton diterima di Universitas Cambridge, Trinity College Inggris dengan program subsidi. Isaac Newton sangat terbantu dengan adanya program subsidi dari universitas tersebut, dengan demikian Newton dapat mengganti biaya kuliah dengan membersihkan ruangan, melayani kebutuhan dosen, dan sisa waktunya masih bisa ia pergunakan untuk belajar. 

Newton seperti halnya tokoh Fisika sebelumnya, Galileo, tak begitu tertarik dengan teori-teori lama.Newton pada awalnya mempelajari ilmu cahaya dari buku Kepler yang merupakan buku pedoman ilmu cahaya yang paling terkenal saat itu. Selanjutnya Newton juga mulai tertarik bidang astronomi yang mulai dikembangkan oleh Copernicus dan Galileo. Dari kedua bidang ilmu itu, Newton menyimpulkan bahwa untuk dapat semakin mendalaminya, maka dibutuhkan dulu keahlian ilmu ukur dan ilmu aljabar, maka Newton pun mulai dengan tekun mempelajari matematika. 
Bakat kejeniusan Newton pada tahun 1665, Newton menemukan teorema binomial umum dan mulai mengembangkan pula teori matematika yang pada akhirnya berkembang menjadi “kalkulus”. Akhirnya pada bulan Januari tahun 1665 saat berumur 22 tahun, Isaac Newton berhasil menamatkan kuliahnya dari Cambridge, namun begitu Newton masih melanjutkan penelitiannya di Trinity Colledge.
*Penemuan Gaya Gravitasi Yang Melegenda

Pada tahun 1669, Issac Newton sebagai dosen matematika di Trinity College. Dengan kedudukannya itu, Newton semakin mempunyai kebebasan dan waktu untuk terus melanjutkan penelitian-penelitiannya. Selain diangkat sebagai dosen, Newton juga mempublikasikan makalahnya yang pertama yang berjudul De Analysis. Nama Newton pun mulai masuk tokoh ilmuwan yang berprestasi. Begitu tekunnya Newton dengan penelitiannya sehingga seringkali lupa makan dan tidur.
Isaac Newton pada tahun 1668 membuat teleskop refleksi pertama, sebuah model teleskop yang akhirnya dipakai oleh sebagian besar penyelidik atau ilmuwan astronomi untuk menjelajah jagat raya saat ini. Setelah diperbaiki secara terus-menerus oleh Newton, akhirnya pada tahun 1671 jadilah teleskop refleksi pertama yang diakui berkualitas paling baik oleh dunia pada masa itu. Teleskop Newton yang legendaris ini masih tersimpan di perpustakaan kerajaan di London, Inggris. Newton seringkali menggunakan teleskop kebanggannya itu untuk mengamati dan menyelidiki jagat-raya. Berita penemuan teleskop refleksi ini segera saja tersebar luas dan menggemparkan kalangan ilmuwan. Raja Charles II segera memerintahkan ilmuwan yang tergabung dalam Royal Society untuk mengujinya. Dalam penilaian itu segera terjadi perdebatan sengit di antara para ilmuwan, namun pada akhirnya perdebatan itu berkesimpulan penemuan Isaac Newton adalah sangat mengagumkan.
Penemuan ini berbarengan dengan hasil-hasil yang diperolehnya di bidang percobaan optik yang sudah diperagakannya dan dipersembahkan kepada lembaga peneliti kerajaan Inggris saat dirinya baru berumur 29 tahun. Keberhasilan Newton di bidang optik ini saja mungkin sudah memadai untuk mendudukkan Newton dalam deretan ilmuwan kelas dunia.Penemuan terbesarnya di bidang matematika adalah penemuannya tentang “kalkulus integral” yang telah dipecahkannya saat Newton baru berumur dua puluh tiga tahun. 
Sebelum Isaac Newton sebagai ilmuwan dunia yang terkenal, Galileo merupakan penemu pertama hukum yang melukiskan gerak suatu obyek apabila tidak dipengaruhi oleh kekuatan luar. Tentu saja pada dasarnya semua obyek dipengaruhi oleh kekuatan luar dan persoalan yang paling penting dalam ihwal mekanik adalah bagaimana obyek bergerak dalam keadaan itu. Masalah yang masih menggantung dan belum berhasil dipecahkan oleh Galileo itu akhirnya berhasil dipecahkan oleh Isaac Newton dalam hukum geraknya yang kedua dan termasyhur serta dapat dianggap sebagai hukum fisika klasik yang paling utama. Hukum Kedua Newton menetapkan bahwa akselerasi obyek atau percepatan adalah sama dengan gaya netto dibagi massa benda.
Terhadap kedua hukum itu, Newton menambah hukum ketiganya yang masyhur tentang gerak (menegaskan bahwa pada tiap aksi, misalnya gaya fisik, terdapat reaksi yang sama dengan pertentangan) serta yang paling termasyhur penemuannya tentang kaidah ilmiah hukum gaya gravitasi universal. Keempat perangkat hukum ini, jika digabungkan akan membentuk suatu kesatuan sistem yang berlaku buat seluruh makrosistem mekanika, mulai dari getaran pendulum hingga gerak planet-planet dalam orbitnya mengelilingi matahari yang dapat diawasi dan gerak-geriknya dapat diramalkan. 
Mengapa setiap benda jatuh selalu mengarah ke bawah? Peristiwa alam ini mungkin sangatlah biasa sehingga sangat sedikit orang yang perduli dan memperhatikannya. Isaac Newton adalah salah satu dari antara yang sedikit itu. Saat ia beristirahat di bawah pohon apel, ada buah apel yang jatuh di depannya. Newton pun langsung terusik oleh sebuah pertanyaan, mengapa buah apel itu jatuhnya selalu ke bawah? Dari peristiwa alam yang biasa saja ini akhirnya menjadi tonggak dari penelitian Newton hingga ditemukannya “Gaya Gravitasi”. Sebuah tonggak penemuan yang amat berharga bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban manusia.
Gravitasi adalah suatu gaya tarik bumi karena pengaruh medan magnet. Gaya gravitasi yang besar akan menyebabkan sebuah benda akan terasa berat. Sebaliknya, gaya gravitasi yang kecil akan menyebabkan sebuah benda menjadi lebih ringan. Contohnya, gaya gravitasi bumi adalah lebih besar daripada gaya gravitasi bulan. Akibat perbedaan gaya gravitasi ini, di bulan tubuh menjadi lebih ringan, sehingga para astronot yang dapat mencapai bulan, seperti para astronot Apolo 11 yang dapat mendarat di bulan, ketika berjalan tampak seperti sedang melompat dan bahkan tampak seperti melayang-layang. 
Tentang penelitian gaya Gravitasi ini, Newton menuangkannya ke dalam sebuah buku yang berjudul “Philisophiae Naturalis Principia Mathematica” (Prinsip-Prinsip Matematika Mengenai Filsafat Ilmiah, biasanya disingkat Principia saja) yang diterbitkan dan dipublikasikan pada tanggal 5 Juli tahun 1687. Dalam buku ini, Newton mengemukakan teorinya tentang hukum gaya gravitasi dan tentang hukum gerak. Lewat buku Principia, Newton menunjukkan bagaimana hukum-hukum itu dapat dipergunakan untuk memperkirakan secara tepat gerakan planet-planet yang mengelilingi matahari. Ketika Newton sedang menyelidiki gerakan planet, dengan jelas dia merasakan bimbingan tangan Tuhan, Dia pun menulis “Sistem matahari, planet, dan komet yang begitu indah, hanya bisa berasal dari pemikiran dan kekuasaan suatu hakikat yang cerdas, hakikat ini menguasai semua hal. Tuhan dari semuanya.
Pada tahun 1679, Newton kembali mengerjakan mekanika benda langit, yaitu gravitasi dan efeknya terhadap orbit planet-planet. Dengan rujukan terhadap hukum Kepler tentang gerak planet. Newton menciptakan bukti bahwa bentuk elips orbit planet akan berasal dari gaya sentipental yang berbanding terbalik dengan kuadrat vektor jari-jari. Newton mengirimkan hasil kerjanya ini ke Edmond Halley dan ke Royal Society dalam De motu corpurum in gyurum, sebuah traktat yang ditulis dalam 9 halaman yang disalin ke dalam buku register Royal Society pada Desember 1684. Traktat ini membentuk inti argument yang kemudian akan dikembangkan dalam Principia. Buku Principia karya Newton dipublikasikan pada 5 juli 1687 dengan dukungan dan bantuan keuangan dari Edmond Halley. 
Newton memperjelas pandangan heliosentrisnya tentang tata surya, yang dikembangkan dalam bentuk modern, karena pada pertengahan 1680-an dia sudah mengakui matahari tidak tepat berada dipusat gravitasi tata surya. Bagi Newton, titik pusat Matahari atau benda langit lainnya tidak dapat dianggap diam, namun seharusnya “titik pusat gravitasi bersama bumi, matahari dan planet-planetlah yang harus disebut sebagai Pusat Dunia”,dan pusat gravitasi ini “diam atau bergerak beraturan dalam garis lurus”.

• Meninggal Sebagai Ilmuwan Besar Yang Religius

Pada tahun 1672 seiring dengan ketenaran namanya membuat teleskop, Newton diterima sebagai anggota Royal Society, (kelompok ilmuwan Inggris). Kepada kelompoknya yang baru ini, Newton menyumbangkan salah satu teleskopnya yang baru, seiring dengan temuannya tentang cahaya.Para ilmuwan Royal Society sempat dibuat terkejut saat kedatangan Newton yang pertama. Para ilmuwan sempat takjub, meraka tidak mengira penemu teleskop refleksi yang mengagumkan itu ternyata masih berusia sangat muda.
Walaupun menjadi anggota kelompok ilmuwan terkemuka, namun Newton tetap pada kesederhanaan dan ketekunannya. Newton tidak begitu menyukai acara kumpul-kumpul dengan sesama ilmuwan, Newton lebih senang mengadakan penelitian. Meskipun kadang dikatakan bahwa Isaac Newton terlalu sensitif terhadap penilaian atas karya-karyanya, sebenarnya yang terjadi bukanlah demikian, Newton hanya cemas kalau waktu yang dipakai Royal Sociaty untuk menguji coba temuan itu akan menghambatnya membuat temuan-temuan baru.
Dua tahun menjadi anggota Royal Society, di universitas Cambridge terjadi peristiwa penting.  Isaac Barrow ditarik ke Cambridge untuk menjadi rektor. Namun malang, belum begitu lama menjabat rektor, Barrow meninggal dunia dalam usia 47 tahun. Uninversitas Cambridge mengundang Newton secara khusus. Universitas Cambridge menawarkan kedudukan yang amat terhormat kepada Newton, yaitu sebagai rektor menggantikan kedudukan IsaacBarrow. Namun Newton memang seorang ilmuwan sejati yang tidak gila dengan gelar dan kehormatan, dengan rendah hati Newton menolak kedudukan terhormat itu agar diberikan kepada orang lain.
Pada tahun 1703, saat Newton berumur 60 tahun, ia diangkat sebagai Ketua Umum Royal Society. Newton menjabat sebagai Ketua Royal Society terus-menerus sampai akhir hidupnya karena dinilai mempunyai komitmen yang kuat terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan tetap menjaga kewibawaan serta reputasi Royal Society.
Pada tahun 1688, terjadi revolusi, raja James II lari ke Perancis. Inggris pun memiliki lagi raja baru yang segera membentuk pula parlemen baru. Universitas Cambridge yang mengenang keberanian Newton saat menghadapi raja dalam rangka mempertahankan kemerdekaan dan wibawa dunia pendidikan sepakat mengangkat Newton menjadi anggota parlemen mewakili universitas Cambridge.  
Sejarah hidup Isaac Newton di luar kehidupannya sebagai seorang ilmuwan pun bertambah. Newton pernah tercatat mewakili Universitas Cambridge sebagai Anggota Parlemen pada tahun 1689 dan 1690. Namun pada tahun 1690 akibat keterlibatnya di bidang politik ini, kesehatan Newton sempat memburuk. Hal ini mungkin terjadi karena gangguan saraf akibat kerja keras Newton selama bertahun-tahun dan juga seringnya Newton mengalami ketegangan sebagai seorang politisi. Beruntung akhirnya Newton dapat sembuh sama sekali.
Namun mengenai sakit gangguan saraf yang dialami Newton, banyak pula disebabkan karena peristiwa kematian Ibunya. Rasa bersalah karena dahulu pernah begitu membenci Ibunya, membuat kematian itu begitu menekan jiwanya. Emosi Newton pun menjadi tidak stabil. Keadaan itu kemudian ditambah dengan peristiwa terbakarnya tempat eksperimennya. Banyak data-data yang telah dilakukannya 20 tahun lebih hilang dalam sekejap. Peristiwa naas ini semakin membuat jiwa Newton terguncang. Jiwa Newton melemah, dan ia mulai bertingkah yang aneh-aneh, daya ingatnya melemah dan cepat naik darah. Beruntung pada tahun 1693 kondisinya berangsur-angsur normal. 
Sebagai rasa syukurnya kepada Tuhan, Newton pun selama beberapa tahun kemudian mewujudkan apa yang menjadi kerinduan dan kecintanya yang kedua; yaitu membaca Alkitab. Dan tak terhenti sampai di situ, Newton pun kemudian menulis pula buku-buku tentang keagamaan yang tak kalah pula bobotnya dengan buku-buku tentang fisika, matematika, optik, dan karya Newton yang lain..  
Pada tahun 1696, berkat reputasinya yang kian melambung, pemerintah Inggris kemudian  mengangkatnya menjadi Inspektur Percetakan Uang Kerajaan atau Pelindung Mata Uang. Tugas Isaac Newton adalah mengawasi penggantian mata uang Inggris yang telah tua dan rusak dengan mata uang baru yang lebih tahan lama. Dan berkat reputasinya pula sebagai seorang ilmuwan yang religius dan bermoral tak tercela, Newton juga didaulat atau bertanggungjawab membongkar jaringan pemalsu uang yang kian marajalela di Inggris.
Setelah itu, pada tahun berikutnya (1701), Isaac Newton kembali diangkat menjadi anggota parlemen, dan dua tahun kemudian Newton juga terpilih sebagai presiden Royal Society. Tentu saja terpilihnya Newton secara terus menerus untuk jabatan bergengsi kaum intelektual  pada setiap tahun di sepanjang hidupnya itu, menunjukkan betapa rekan-rekannya sesama ilmuwan sangat menghormatinya.
Setelah meninggalkan panggung politik dan kembali ke dunia ilmu, Isaac Newton menerbitkan karya pertamanya mengenai cahaya. Buku Opticks (Optik) itu memuat temuan-temuan mengenai optik dan saran-saran untuk penelitian lebih lanjut. Keberhasilan itu segera diikuti dengan keberhasilan yang lain, yaitu negara secara resmi mulai mengakui karya-karyanya pada tahun 1705. Pengakuan negara itu mengukuhkan Newton menjadi orang pertama yang dianugerahi gelar kebangsawanan Inggris karena prestasinya yang luar biasa dalam bidang ilmu pengetahuan. Gelar kebangsawanan Inggris “Sir” dianugerahkan oleh Ratu Anne pada tahun itu juga (1705).  
Tidak diragukan lagi, Isaac Newton adalah seorang ilmuwan besar. Sumbangannya banyak dan beragam, termasuk gagasan-gagasan revolusioner dan perekayasaan hal-hal praktis. Karyanya tentang fisika, matematika, dan astronomi tetap penting dan menjadi acuan sampai sekarang. Isaac Newton sangat terkenal karena sumbangannya ini. Namun hebatnya semua itu tak membuat Newton sombong, Newton tetap pribadi yang rendah hati. Newton tetap mengakui bahwa keberhasilannya itu semata-mata karena petunjuk dan kemurahan Tuhan. Newton mengatakan,”Semua temuan-temuan saya adalah jawaban Tuhan atas doa-doa saya”. Newton memang seorang ilmuwan besar yang religius.
Newton sangat mengasihi Allah dan mempercayai setiap firman Allah dalam Alkitab. Newton menulis,” Saya sangat percaya bahwa Alkitab adalah benar-benar firman Allah yang ditulis oleh orang-orang yang memperoleh wahyu Ilahi. Saya mempelajari Alkitab setiap hari dan selalu menemuan hal yang baru”. Newton juga menulis,”Atheisme sangatlah tidak masuk akal. Ketika saya mengamati tata surya, saya melihat bumi berada pada jarak yang ideal dari matahari sehingga menerima panas dan cahaya dalam jumlah yang ideal pula. Hal ini tidak mungkin terjadi secara kebetulan. Tentu ada tangan dengan kuasa yang tak terbatas yang mengaturnya”.
Pada usia 80 tahun, Newton mulai dililit penyakit, namun penglihatannya masih tajam dan terhadap segala hal yang pernah ditulisnya, ia masih mempunyai daya ingat dan analisis yang luar biasa. Dua tahun berikutnya Newton menyempatkan beristirahat di luar kota dan menengok sanak familinya di kampung halamannya. Newton memang seorang ilmuwan besar dengan pribadi yang rendah hati. Meskipun namanya sudah sangat terkenal, ia sama sekali tak melupakan sanak keluarga dan kampung halamannya.
Pada usia 83 tahun, Newton masih sempat melihat karya besarnya, “Principia”  dicetak ulang untuk yang ketiga kalinya. Namun pada usia 84 tahun, sepulang menghadiri rapat di London penyakitnya kambuh. Newton berusaha menutupi rasa raskitnya dengan tetap mengobrol dan tertawa seperti biasanya, ia juga tetap rajin membaca dan menulis. Namun Tuhan mempunyai rencana besar terhadap ilmuwan luar biasa ini. Tuhan memanggilnya untuk beristirahat di surga. Isaac Newton, ilmuwan besar super jenius yang amat religius itu akhirnya meninggal pada bulan Maret menjelang pagi tanggal 20 tahun 1727 dalam usia 84 tahun. Newton mendapat kehormatan dimakamkan di Westminster Abbey, tempat peristirahatan terakhir bagi keluarga raja, orang terkenal, pahlawan, dan juga ilmuwan yang berjasa besar bagi negara dan dunia.



f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Naia Alifia
23.32

Belum ada komentar untuk "Mengenal Tokoh dan Ilmuwan Isaac Newton"

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)
Find Us :

Entri Populer

  • Frederick Winslow Taylor (1856-1915) Bapak Manajemen Ilmiah
  • Mengenal Tokoh Ilmuwan Dunia Thomas Alva Edison
  • Mengenal Tokoh Ilmuwan Dunia Albert Einstein
  • Mengenal Tokoh dan Ilmuwan Isaac Newton
  • Mengenal Tokoh Ilmuwan Dunia Benyamin Franklin

Labels

  • Ekonomi
  • mulanya
  • tokoh
Copyright 2013 anak pintar dan cerdas - All Rights Reserved
by Mas Sugeng - Powered by Blogger Template Free