anak pintar dan cerdas

  • Home
  • About
  • Template
  • Design
  • Blogger
  • Tips Tricks
Home » mulanya » tokoh » Mengenal Tokoh Ilmuwan Dunia Albert Einstein

Kamis, 26 Maret 2015

Mengenal Tokoh Ilmuwan Dunia Albert Einstein


Albert Einstein dilahirkan di Jerman, tanggal 14 Maret 1879 anak pasangan Herman Einstein dan Pauline. Herman Einstein adalah seorang pebisnis teknologi dan elektronika. Lewat Ayahnya, Einstein dapat mengenal sejak dini dengan dunia sains. Sedangkan Pauline, Ibu Einstein, adalah seorang wanita yang mencintai musik dan juga sastra. Pauline lah yang   berperan besar agar Einstein kelak menjadi ahli sains dan ilmuwan terkemuka. Namun Pauline pula yang sejak kecil memaksa Einstein untuk mengambil pelajaran biola. Pada awalnya Einstein menolak kemauan Ibunya, namun seiring dengan berjalannya waktu dia juga jatuh cinta pada musik dan dikenal pula sebagai seorang pemain biola yang hebat.
Herman Einstein dan Pauline selain memiliki anak Einstein, juga masih mempunyai dua orang anak lagi, yaitu Jacob Einstein, kakak Albert Einstein dan adiknya Maya. Dari kedua saudaranya itu bahkan Albert Einstein ketika kecilnya nampak lebih bodoh dan terbelakang. Tak nampak sama sekali bakat kejeniusannya. Bahkan ketika anak seusinya sudah dapat berbicara, Albert Einstein ternyata belum bisa. Einstein ketika kecil mengalami keterlambatan berbicara dan sering berhenti sejenak untuk mempertimbangkan apa yang hendak diucapkannya. Einstein lebih suka merenung dan melamun. Ketika mulai memasuki sekolah dasar, Albert Einstein juga sama sekali tak menunjukkan bakat kecermerlangan otaknya, bahkan saat duduk di SD ini Einstein sempat dicap sebagai anak yang bodoh oleh teman dan guru-gurunya.
Ayahya, menyempatkan berkonsultasi dengan kepala sekolah untuk mencari profesi yang tepat bagi anaknya. Kepala sekolah dengan sangat menyesal mengatakan bahwa tidak ada profesi apapun yang cocok bagi Einstein. Einstein sejak umur lima tahun belajar di sekolah Katolik di dekat rumah. Usia Sembilan tahun Einstein dipindahkan di sekolah Gymnasiun. Ayahnya berharap dapat merubah anaknya yang dicap bodoh itu agar menjadi anak yang pandai. Einstein sangat membenci sekolah di Gymnasiun karena kedisiplinan peraturannya. Namun tanpa disadari oleh Einstein, justru sistem pendidikan di Gimnasium  yang ketat inilah yang kelak berperan besar menumbuhkan sikap keingintahuan,  sebuah sikap yang mendasar bagi seorang ahli sains.
Einstein tidak menyukai pelajaran hafalan seperti sejarah, geografi, dan juga bahasa. Einstein sempat gagal masuk Swiss Federal Institute of Technology, universitas paling top di Swiss gara-gara tidak lulus tes bahasa dan sejarah. Eistein juga tidak suka menghafal fakta dan data, ia hanya menaruh minat pada ilmu fisika dan matematika, terutama teori. Hobi Einstein adalah belajar sendiri dengan membaca sebanyak mungkin buku-buku tentang sains dan kemudian berfikir merenungkannya. Kecenderungan sikap belajarnya yang beda dengan siswa-siswa sekolah lainnya itu ditanggapi oleh para gurunya dengan negatif, dan mencap Einstein sebagai siswa yang malas belajar, bodoh, pemalu, dan juga sering melanggar aturan.
Hidup Einstein berubah, dari anak yang dicap bodoh akhirnya tampil menjadi ilmuwan yang menggemparkan dunia. Peristiwa itu terjadi saat Einstein tengah terbaring di tempat tidur akibat didera sakit, Hermann Einstein yang tak tega melihat penderitaan putranya kemudian memberikan sebuah hadiah yang bagi Einstein sangat membekas dan berkesan. Hadiah itu berupa kompas magnet. Jarum kompas yang selalu menghadap ke utara seperti dituntun oleh sebuah “kekuatan yang tak terlihat” sungguh teramat berkesan bagi Einstein.
Dalam benak Einstein, kompas itu meyakinkan dia bahwa harus ada “sesuatu di balik sesuatu, sesuatu yang sangat tersembunyi”. Pertanyaan-pertanyaan yang timbul di benaknya ketika melihat fenomena sebuah kompas itulah yang pada akhirnya mendasari dan membulatkan tekad Einstein untuk selalu ingin tahu jawaban-jawaban terhadap fenomena alam (fisika). Sikap dasar seorang calon ilmuwan mulai terbentuk di dalam dirinya.
Pengalaman berikutnya mengenai perkembangan intelektual Einstein terjadi lewat peran Pamannya, Jacob, seorang insinyur dan mahasiswa kedokteran yang selalu makan malam setiap minggu di rumah Einstein. Paman Jacob inilah yang berperan besar mengenalkan dan memberi banyak masukan sehingga Einstein semakin tertarik bidang matematika. Selain kedua figur ini, masih ada lagi orang yang juga mendorong perkembangan inteklektual Einstein, yaitu Casar Koch, kakak lelaki Pauline, Ibu Albert yang memberi hadiah model mesin uap yang membuat Einstein begitu takjub. Akhirnya Einstein belajar matematikan secara serius pada usia 12 tahun.
Kedua pamannya, Jacob dan Casar Koch senang membantu mengembangkan ketertarikan dan sifat ingin tahu Einstein dengan memberikan sebanyak mungkin buku-buku bacaan tentang sains, terutamanya ilmu Fisika dan matematika, disamping memberikan jawaban dan petunjuk-petunjuk yang sangat berarti bagi Albert Einstein, kedua pamannya inilah yang sebenarnya melihat bakat besar dalam diri keponakannya dapat tampil sebagai sosok ilmuwan terkemuka.
Umur 15 tahun, bisnis elektrokimia Ayahnya mengalami kegagalan. Melihat prospek bisnisnya di Jerman tak menguntungkan, Herman Einstein memboyong keluarganya ke Pavia, Italia, untuk memulai binis di sana. Sementara Einstein masih ditinggal di Jerman dan dimasukkan oleh Ayahnya ke Gymnasiun dan berharap anaknya segera dapat menyelesaikan pendidikkannya dan menjadi insinyur elektro, baru kemudian menyusul ke Italia.
Bagi Einstein, sekolah di Gymnasiun membuatnya sangat tersiksa. Einstein tak menyukai gaya mengajar para guru di Gymnasiun yang memperlakukan para siswanya layaknya para prajurit. Oleh perasaan tertekan itulah tak jarang Albert Einstein mulai berani membantah perintah-perintah gurunya dan bahkan secara terang-terangan menunjukan sikap tidak hormatnya kepada guru-gurunya setelah berhasil menyelesaikan semua pelajarannya. Akibat dari tindakannya ini, Einstein pun dikeluarkan dengan tidak hormat dari sekolahnya dan Einstein pun segera menyusul orang tuanya di Italia tanpa mengambil Ijazah dari sekolah Gymnasiun.
Einstein melanjutkan sekolahnya di Swiss pada usia 16 tahun di Institut Teknologi Federal (ETH), di Zurich tanpa menggunakan ijazah dari Gymnasium, tetapi melalui tes ujian masuk.. Einstein menyelesaikan pendidikannya selama empat tahun. Pada saat kelulusannya, Einstein tidak dapat menemukan pekerjaan mengajar seperti yang dicita-citakannya, beruntung Ayah salah seorang temannya menolongnya mendapatkan pekerjaan sebagai asisten teknik pemeriksa di kantor Paten Swiss pada tahun 1902. Di tempat pekerjaannya ini, Einstein menilai aplikasi paten penemu untuk alat yang memerlukan pengetahuan fisika, sebuah pekerjaan yang tak jauh dari keahlian yang dikuasai dan disenanginya, fisika.
• Masa-Masa Sulit Dalam Hidupnya

Einstein meskipun lahir di Jerman, namun pada masa remaja, masa ketenaran sebagai ilmuwan dan bahkan masa meninggalnya ada di Amerika. Tak hanya bisnis keluarganya yang mengharuskannya berpindah-pindah dan menjadi warga negara lain, tetapi juga situasi politik yang tidak begitu berpihak kepada Einstein yang keturunan keluarga Yahudi, sementara Hitler yang sedang berkuasa di Jerman sangat anti Yahudi. Situasi yang seperti itulah yang akhirnya membuat Einstein melepaskan kewarganegaraan Jerman dan menjadi warga negara Swiss, dan pada akhirnya menjadi warga negara Amerika Serikat sampai dengan meninggalnya.
Einstein tinggal di Jerman tak lebih dari 15 tahun karena pada saat dirinya berumur 15 tahun itu akibat kegagalan bisnis Ayahnya maka dirinya harus ikut pula pindah ke Pavia,Italia. Sebuah negara yang menurutnya sangat ramah dan nyaman untuk tinggal. Namun karena harus menyelesaikan sekolahnya, Einstein pun harus meninggalkan Italia dan menuju Swiss untuk kuliah Zurich. Setelah beberapa tahun di Zurich dan telah berhasil menyelesaikan kuliahnya, Einstein pun memutuskan untuk menjadi warga negara Swiss untuk menghindari wajib meliter Jerman yang sedang terlibat perang dengan sekutu.
Einstein juga pernah susah dalam hidupnya, begitu menyelesaikan kuliah, Einstein tidak segera mendapatkan pekerjaan mengajar seperti yang dicita-citakannya, dan harus mengangur untuk beberapa saat lamanya. Einstein hanya menjadi pengajar sementara di sekolah teknik Winterthur. Begitu masa kontrak mengajar di sekolah teknik Winterthur itu habis, Einstein pun kembali harus menjadi pengangguran. Uang Einstein pun habis untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Beruntung di masa-masa krisis keuangan dan karier itu ada Ayah salah seorang temannya yang menolongnya untuk bekerja di kantor urusan Paten di Swiss.
Einstein bertugas untuk menyortir alat-alat dari yang sederhana sampai alat-alat yang canggih untuk mengesahkan hak patennya. Untuk keperluan tugasnya ini, maka Einstein harus banyak membaca dan mempelajari secara tuntas teori-teori dari alat-alat yang diajukan untuk mendapatkan hak patennya itu karena ada keterkaitan antara teori dan peralatan yang hendak diuji untuk dipatenkan itu. Einstein pun sangat menyenangi pekerjaannya itu. Bahkan dari bidang pekerjaan yang ditekuninya itu, Einstein kemudian menemukan pengalaman dan fakta-fakta yang menarik, salah satunya adalah bahwa gagasan-gagasan yang paling rumit sekalipun dapat diubah menjadi prinsip-prinsip dasar yang sederhana.

• Anak Bodoh Menjadi Ilmuwan Dunia

Einstein mulai tampil sebagai seorang ilmuwan sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 1901, pada saat Einstein masih berusia 22 tahun. Ketika itu Einstein mempublikasikan paper ilmiah pertamanya di Munich dan melakukan penelitian pada tahun yang sama mengenai gas yang kemudian menjadikannya bahan disertasi doktorya di Federal Institute (ETH) Zurich. Umur 26 tahun Albert Einstein mulai menghentak dunia dengan berturut-rurut mempublikasikan lima karya ilmiahnya yang sangat fenomental. Mula-mula karya Einstein, yang ketika itu bekerja sebagai pegawai Jawatan Paten di Bern, Swiss, hanya dipandang dengan sebelah mata oleh kalangan ilmuwan.
Tiga teori Fisika, mengenai atom, cahaya, serta sifat ruang waktu, secara radikal berubah setelah Einstein mempublikasikan karya ilmiahnya. Sampai tahun 1905 ketika itu, para ahli ilmu pengetahuan masih terus berdebat dan bersengketa mengenai sifat-sifat atom. Bahkan ada pula ilmuwan yang meragukan bahwa atom itu benar-benar eksis. Para ilmuwan awal abad ke 20  juga sedang memperdebatkan hasil penelitian ahli botani skotlandia, Robert Brown pada tahun 1827, mengenai gerakan dari partikel yang mengambang, yang diamatinya melalui mikroskop. Einstein pun menulis teori dan menjabarkan bahwa gerakan partikel yang diamati Brown, adalah sifat dari atom-atom yang tidak kelihatan, yang bergerak akibat perubahan temperatur.
Teori Einstein mengenai sifat atom dan Kinetika-Molekuler, dapat dibuktikan pada tahun 1908 oleh Jean-Baptiste Perrin, ilmuwan terkemuka dari Universitas Sarbone di Paris. Dengan begitu, tidak ada keraguan lagi mengenai eksistensi atom atau molekul. Untuk karyanya menjelaskan gerakan Brown saja, semestinya Einstein sudah memantapkan posisi dalam sejarah ilmu Fisika. Akan tetapi satu karya yang bersejarah, yang mengukuhkan keberadaan atom, ternyata tidak cukup untuk membuahkan hadiah nobel baginya.
Teori Einstein mengenai dimensi molukuler, yang merupakan penghitungan besar dan jumlah molekul di dalam benda cair, berdasarkan sifat, kekentalannya, serta kecepatan diffusinya, dengan menggunakan teori hidrodinamik klasik serta teori diffusi. Einstein menunjukkan bahwa dengan pengukuran kekentalan cairan, yang merupakan friksi antar molekul di dalam cairan, dapat dihitung volume keseluruhan dari molekul yang diuraikan. Dengan begitu, dapat dihitung konstanta Avogadro maupun besar dari molekulnya.
Karya besar ketiga yang dipublikasikan oleh Einstein pada tahun 1905 adalah apa yang disebut teori elekktrodinamika benda yang bergerak, yang kemudian dikenal sebagai teori relativitas khusus. Karya ilmiahnya terutama hendak menjawab pertanyaan, apakah prinsip relativitas dalam mekanika yang dicetuskan Galileo Galilei dapat diberlakukan secara umum pada seluruh hukum Fisika. Untuk menjawab pertanyaan in, Einstein memanfaatkan teori elektro-dinamika dari Maxwell untuk menemukan batasan dari mekanika Newton. Dengan itu Einstein membenturkan kedua teori, yakni mekanika klasik dengan teori elektro magnetis.
Einstein hendak menunjukkan bahwa kerangka Fisika dan mekanika klasik yang berbasis ruang dan waktu dan waktu absolut, yang secara Matematik dituliskan sebagai transformasi Galilei, tidak berlaku dalam kecepatan tinggi. Dengan itu Einstein sekaligus juga membantah teori dari Heinrich Hertz mengenai medium yang disebut ether pembawa cahaya, dimana gaya listrik dan gaya magnet tidak dapat melampaui batasan ruang. Dengan teori relativitas khusus, Einstein menunjukkan teori ini tidak berlaku lagi. Sebab dengan teori barunya, Einstein menunjukkan tidak ada waktu absolut, akan tetapi hanya ada ruang-waktu yang tergantung dari relasi-sistem.
Dengan kata lain, dalam ruang-waktu yang memuai secara cepat, pegukur waktu yang berdetik cepat pun akan berjalan lambat. Effek yang diramalkan Einstein dalam teori elektro-dinamika benda bergerak itu kemudian terbukti dalam percobaan di laboratorium menggunakan jam atom, serta dalam pengamatan waktu paruh dari partikel yang bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya. Einstein selajutnya mempublikasikan karya yang keempat, yakni kaitan antara materi dan energi. Dalam teorinya yang amat terkenal, Einstein memformulasikan bahwa massa sebuah benda merupakan ukuran dari energi yang dikandungnya.
Apa yang disebut teori relativitas umum Einstein, dirumuskan dalam formulasi, energi dari sebuah benda adalah beratnya dikalikan kecepatan cahaya pangkat dua atau disederhanakan menjadi E sama dengan M dikalikan C kuadrat. Dimana E adalah simbol untuk energi, Mataram untuk massa dan C untuk kecepatan cahaya. Teori relativitas Einstein ini dapat dibuktikan 15 tahun kemudian, yakni pada tahun 1930 dengan ditemukannya energi ikatan antara Proton dan Neutron di dalam inti atom. Berlandaskan teori relativitas umum Einstein, juga dapat direkayasa fusi inti atom yang melahirkan energi atom sekaligus bom atom yang amat mengerikan seperti yang pernah dijatuhkan di kota Nagasaki dan Hirosima itu.
Namun ternyata keempat karya Einstein paling hebat yang mengubah ilmu fisika secara mendasar itu tidak dihargai secara layak oleh Komite Nobel. Einstein baru dianugerahi hadiah Nobel Fisika pada tahun 1921 pada karyanya yang kelima, mengenai penciptaan dan perubahan sifat cahaya, yang merupakan landasan teori Fisika Quantum. Dengan teorinya ini, Einstein memberikan jawaban atas pertanyaan, apakah energi cahaya atau medan elektro-magnet betul-betul terbagi secara merata di alam semesta. Teori Quantum dari Einstein membuka landasan penting berikutnya dalam penelitian alam semesta dan Astro Fisika.
Tahun 1905 Einstein, hanya dalam hitungan bulan, Einstein mampu menyelesaikan tesis Ph.D. Kebanyakan karya Einstein menggunakan rumusan-rumusan Matematika yang sangat rumit dan hanya dapat dipahami oleh beberapa orang dengan kemampuan Matematika yang tinggi Bahkan pada awal peluncuran karyanya, banyak pihak, bahkan ilmuwan cenderung mengabaikan karya Einstein. Hal ini terjadi karena rumitnya rumusan Matematika di karya itu, sehingga tidak mudah untuk dipahami. Selanjutnya antara tahun 1906 sampai dengan tahun 1910, terbit tidak kurang dari 26 makalah dari Einstein tentang berbagai topik dalam Fisika, meliputi Fisika Atom dan Molekul, Zat padat, dan Statistika Radiasi.    
• Teori Relativitas dan Bom Atom Yang Menggemparkan
Tulisan Einstein tahun 1905 tentang Elektrodinamika benda bergerak memperkenalkan teori Relativitas khusus. Relativitas khusus menunjukkan bahwa jika dua pengamat berada dalam kerangka acuan lemban dan bergerak dengan kecepatan sama relatif terhadap pengamat lain, maka kedua pengamat tersebut tidak dapat melakukan percobaan untuk menentukan apakah mereka bergerak atau diam. Hal ini dapat kita bayangkan seperti saat kita sedang berada di dalam sebuah kapal selam yang bergerak dengan kecepatan tetap. Kita tidak dapat mengatakan apakah kapal selam tengah bergerak atau diam.
Teori Relativitas khusus saat ini menjadi alat sehari-hari bagi para ahli Fisika yang meneliti susunan materi dan gaya. Sementara Toei Relativitas umum berlaku dalam skala yang jauh lebih besar, pada bintang-bintang, galaksi, dan ruang angkasa luar. Dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk menerima Teori Relativitas umum, karena teori ini tampaknya tidak memiliki kegunaan praktis. Dalam teori Relativitas Khusus meramalkan bahwa ketika sebuah obyek mendekati kecepatan cahaya, maka akan terjadi hal-hal aneh dan ganjil seperti:
1. Waktu yang Melambat
Kejadian aneh ini dibuktikan pada tahun 1971, ketika itu dilakukan eksperimen dengan sebuah jam yang betul-betul sangat akurat dan diterbangkan dengan cepat dengan pesawat jet mengelilingi dunia. Dua hari kemudian, setelah dilakukan pengamatan, jam yang sangat akurat itu berkurang sepersekian detik dibandingkan dengan jam yang sama di permukaan bumi.
2. Obyek Menjadi Mengecil
Pada saat sebuah obyek bergerak mendekati kecepatan cahaya, maka obyek tersebut akan mengalami pemendekan. Bila roket antariksa dapat bergerak dengan separuh kecepatan cahaya, paka panjangnya akan menjadi enam per tujuh panjang aslinya di landasan luncurnya.
3. Massa Obyek Menjadi Bertambah
Ketika sebuah obyek bergerak mendekati kecepatan cahaya, obyeknya akan mengecil, namun obyek tersebut justru akan bertambah berat. Kejadian janggal ini sudah dibuktikan berulangkali dengan eksperimen partikel yang bergerak dengan kecepatan tinggi seperti elektron. Pertanyaannya, mungkinkah manusia dapat bergerak secepat cahaya? Yang terjadi adalah, seiring dengan bertambahnya massa orang tersebut, maka gaya yang dibutuhkan untuk membuatnya bergerak lebih cepat lagi juga terus bertambah. Pada hampir kecepatan cahaya, massa akan begitu besar sampai gaya yang dibutuhkan untuk memberikan dorongan ekstra itu akan sangat besar sampai mustahil. Akibatnya kecepatan cahaya tidak akan benar-benar tercapai.
Teori Relativitas Umum diterbitkan oleh Albert Einstein pada tahun 1916. Teori Relativitas Umum menggantikan hukum Gravitasi Newton. Teori ini menggunakan Matematika Geometri diferensial dan tensor untuk menjelaskan gravitasi. Teori Relativitas Umum memiliki bentuk yang sama bagi seluruh pengamat., baik bagi pengamat yang bergerak dalam kerangka acuan lemban ataupun bagi pengamat yang bergerak dalam kerangka acuan yang dipercepat. Dalam Relativitas Umum, gravitasi bukan lagi sebuah gaya (seperti dalam hukum gravitasi Newton) tetapi merupakan konsekuensi dari kelengkuan ruang waktu.
Relativitas Umum Einstein bukan hanya memungkinkan perjalanan waktu. Perhitungan diwujudkannya membutuhkan besar sekali materi dan energi untuk menekuk ruang dan waktu sehingga stabil dan permanen. Selain itu juga dibutuhkan adanya partikel berenergi negatif. Intinya, kelengkungan ruang dan waktu menentukan distribusi materi dan energi selanjutnya, distribusi materi dan energi menentukan tingkat kelengkungan ruang dan waktu.
Kaidah Relativitas Umum, alam semesta tidak lagi tiga dimensi, melainkan empat dimensi yang melengkung, meskipun keseluruhan hampir datar. Gaya Gravitasi dan Relativitas Umum dilukiskan sebagai kelengkungan yang tercipta di dekat obyek bermassa besar, dengan demikian gaya Gravitasi bukanlah gaya yang sebenarnya, melainkan ilusi ruang waktu yang melengkung (obyek selalu melintas garis lurus jika tidak ada gangguan dalam dimensi empat ruang waktu, meskipun terlihat melengkung dalam pengamatan kita). Tentu saja mustahil membayangkan atau menggambarkan ruang dan waktu empat diemnasi yang melengkung.
Salah satu kesimpulan teori Relativitas Einstein adalah benda dan energi berada dalam arti yang berimbangan dan hubungan antara keduanya dapat dirumuskan sebagai E = mc2. E menunjukkan energi, dan M menunjukkan massa benda, sedangkan c merupakan kecepatan cahaya. Karena c sama dengan 180.000 kilometer per detik (artinya merupakan jumlah angka yang amat besar) dengan sendirinya c2 (yang artinya c x c) juga merupakan jumlah yang sangat besar. Dengan demikian, meskipun pengubahan sebagian kecil dari benda, mampu mengeluarkan jumlah energi yang luar biasa besarnya. Namun begitu, orang tak bisa serta merta membuat sebuah bom atom atau pusat tenaga nuklir semata-mata berpegangan pada rumus E =mc2.
 Namun tak diragukan lagi, Einstein lah yang turut andil memenangkan Sekutu dalam Perang Dunia kedua. Einstein menulis surat kepada Presiden Roosevelt di tahun 1939. Dalam suratnya tersebut, Einstein menunjukkan terbukanya kemungkinan membuat senjata atom dan sekaligus menekankan arti pentingnya bagi Amerika Serikat segera membuat senjata itu sebelum didahului oleh NAZI Jerman. Gagasan itulah yang akhirnya mewujudkan “proyek Manhattan” yang akhirnya dapat menciptakan bom atom pertama.
Karya-karya Einstein antara tahun 1906 sampai dengan 1910 , tak kurang dari 26 makalah mengenai berbagai topik dalam Fisika, meliputi Fiska Atom dan Molekul, Zat Padat, Statistika Radiasi, Elektrodinamika, dan Thermodinamika. Sedangkan antara tahun 1911 sampai tahun 1920, terdapat 90 publikasi mengenai dasar-dsar dan perkembangan paradigm Relativitas Umum, Fisika Molekul/Atom, Fotokimia, interaksi radiasi terkuantumkan dan Materi terkuantumkan.
Antara tahun 1921 sampai dengan tahun 1940, tercatat sebanyak 151 publikasi Einstein yang berisi pengembangan, penerapan, dan diseminasi paradigm Relativitas Umum, Emisi Cahaya dalam proses elementer Stern-Gerlach dan efek Compton, serta berbagai versi Teori Medan Terpadu. Sementara antara tahun 1941 – 1949, Einstein masih mempublikasikan 22 buah karyanya yang mencakup Kosmologi dan Astrofisika, model alam semesta yang mengembang, sain dan agama, metafisika tentang mekanika kuantum dan realis. Namun Einstein bukan tanpa kekurangan, sampai dengan akhir hayatnya, Einstein masih belum mampu menyatukan empat gaya dasar alam semesta: Gaya Gravitasi, Gaya Nuklir Lemah,Gaya Nuklir Kuat, dan Gaya Elektromagnetisme, dalam satu teori keterpaduan agung.
• Meninggal Meninggalkan Karya Besar
Albert Einstein dalam masa hidupnya sebagai Ilmuwan Kelas Dunia, sampai dengan saat meninggalnya di usia tujuh puluh enam tahun, tercatat sebagai seorang Ilmuwan yang paling banyak menerima gelar doktor  kehormatan, diantaranya: Geneva Uninersity, Zurich, Swiss, dari Madrid, Spanyol, dari Brussels, Belgia, Buenos Aries, Argentina, Sorbonne, Perancis, dari London, Inggris, dari Oxford, Cambridge, Harvard, Princeton, Amerika Serikat, dan masih banyak yang lainnya lagi. Sebagai puncaknya, Albert Einstein pun diberi anugerah penghargaan Nobel di bidang Ilmu Fisika di tahun 1921 mengenai hukum efek fotolistrik.
Pada tahun 1932, di usia 53 tahun, Einstein semakin terkenal di seluruh dunia, namun sebagai seorang keturunan Yahudi yang tinggal di Jerman, Einstein mulai merasakan tekanan yang luar biasa terhadap bangsanya yang tinggal di Jerman oleh Nazi Jerman, bahkan perlakuan yang kejam terhadap kaum Yahudi. Maka tak ingin merasakan tekanan batin dan juga berujung kepada hal-hal yang tak diinginkan, Einstein pun kemudian memboyong keluarganya pindah ke Princeton, New Jersey, Amerika Serikat.
Pada tahun 1939 ketika mulai berkobar Perang Dunia kedua, Einstein menulis surat kepada Presiden Amerika Serikat, Franklin D Roosevelt untuk mewaspadai kemungkinan Nazi Jerman mengembangkan bom atom dan mendesak presiden untuk melakukan riset tentang atom. Dua tahun berikutnya (1941), Enstein mengucapkan sumpah sebagai warga Negara Amerika Serikat. Pada saat itu Einstein pernah ditawari untuk menjadi presiden Israel yang kedua, namun ditolaknya, karena Einstein merasa tidak mempunyai kompetensi di bidang itu. Pada tahun 1945, Amerika Serikat menjatuhkan dua bom atom di kota Nagasaki dan Hirosima yang memaksa Jepang menyerah kepada Sekutu. Melihat akibat yang mengerikan dari dari dua buah bom atom itu, Einstein menangis pilu.
Akhirnya pada tanggal 18 April 1955, Albert Einstein meninggal dunia dalam usia tujuh puluh enam tahun. Einstein sebelumnya sempat pinsan, dan empat hari kemudian meninggal dunia karena pecahnya batang nadi/aorta. Einstein meninggal di rumah sakit Princeton, di atas tempat tidurnya tergeletak satu halaman kertas penuh dengan hitungan teori medan tunggal yang belum selesai. Allbert Einstein, Jenius yang tak ada duanya di dunia di jagad raya meninggal dengan meninggalkan karya besar yang telah mengubah sejarah dunia dan umat manusia. Dunia sungguh berhutang budi pada karya-karya dan penemuannya.



f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Naia Alifia
23.36

Belum ada komentar untuk "Mengenal Tokoh Ilmuwan Dunia Albert Einstein"

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)
Find Us :

Entri Populer

  • Frederick Winslow Taylor (1856-1915) Bapak Manajemen Ilmiah
  • Mengenal Tokoh Ilmuwan Dunia Thomas Alva Edison
  • Mengenal Tokoh Ilmuwan Dunia Albert Einstein
  • Mengenal Tokoh dan Ilmuwan Isaac Newton
  • Mengenal Tokoh Ilmuwan Dunia Benyamin Franklin

Labels

  • Ekonomi
  • mulanya
  • tokoh
Copyright 2013 anak pintar dan cerdas - All Rights Reserved
by Mas Sugeng - Powered by Blogger Template Free