anak pintar dan cerdas

  • Home
  • About
  • Template
  • Design
  • Blogger
  • Tips Tricks
Home » mulanya » tokoh » Mengenal Tokoh Ilmuwan Dunia Benyamin Franklin

Kamis, 26 Maret 2015

Mengenal Tokoh Ilmuwan Dunia Benyamin Franklin

Benyamin Franklin,  lahir di Milk Street, Boston, Koloni Massachushetts, Amerika Serikat, pada tahun 1706. Orang Tuanya bernama Yosiah Franklin dan Abiah Folge. Benyamin Franklin  merupakan anak ke-15 dari 17 bersaudara. Ayah Benyamin sebelum menikah dengan Abiah Folge, pernah menikah dengan Anne Child namun meninggal dunia pada tahun 1869. Dari kedua orang istrinya itu, Yosiah Franklin memiliki 17 orang anak. Franklin sudah tampak kecerdasannya sejak masa kanak-kanak. Pada usia tujuh tahun, dengan belajar otodidak Franklin telah dapat membaca sebuah buku, bukan buku bacaan anak-anak yang ringan, namun buku-buku yang bermutu. Melihat bakat dan kecerdasannya itu, Ayahnya kemudian memasukan Benyamin Franklin di sekolah Tata Bahasa di Boston Latin School pada usia 8 tahun.
 Franklin sebenarnya suka di sekolah yang bermutu itu, namun karena biaya di sekolah itu mahal, maka Ayahnya terpaksa memindahkan Franklin ke sekolah yang murah. Kenyataan itu tak membuat patah semangatnya, justru sebaliknya  menumbuhkan tekadnya untuk giat belajar. Tak hanya itu, melihat Ayahnya bekerja keras untuk biaya hidup keluarga dan menyekolahkan anak-anaknya, ia memutuskan untuk ikut bekerja di pabrik lilin sepulang sekolah.
Tahun 1718 saat Franklin berumur 12 tahun, kakaknya, James datang dari  London. James setelah melakukan survey lokasi, mendirikan bisnis percetakannya di Boston pada tahun 1721. Bisnis percetakannya berkembang pesat. Franklin sepulang sekolah sering bermain ke pabrik percetakan kakaknya itu. Ia senang melihat kesibukan kerja di percetakan, diam-diam ia pun ingin bekerja di percetakan kakaknya itu daripada bekerja di pabrik lilin. Franklin kemudian mengutarkan keinginannya pada Ayahnya, dan ayahnya pun mengijinkannya. 
James ingin menerbitkan surat kabar (koran) karena yakin sebagai kota yang tengah berkembang, kota Boston sangat membutuhkan media informasi, promosi, dan komunikasi. Pada tahun 1721, James mendirikan surat kabar pertama di kota Boston dengan nama New England Courant. Koran James segera mendapat sambutan yang gegap gempita dari masyarakat karena surat kabar itu berani menyuarakan dan menentang kebijakan-kebijakan pemerintah yang merugikan masyarakat. New England Courant, terus berkibar karena beritanya selalu membuat heboh, menyuarakan kepentingan publik dan mengkritisi kebijakan pemerintah. Kehadiran New England Courant menjadi pahlawan baru bagi masyarakat, namun sebaliknya menjadi musuh bagi pemerintah. Para korban kritikan koran New England Courant akhirnya mengadukan James ke pihak berwajib dengan tuduhan pencemaran nama baik. James akhirnya dinyatakan bersalah dan oleh pengadilan dijatuhi hukuman penjara selama satu bulan.  
Sebelum menjalani masa penahanannya, James mendelegasikan kepada Franklin untuk memastikan agar koran itu bisa terus terbit. Franklin yang berusia 16 tahun dengan penuh semangat menjalankan amanat itu. Franklin tampaknya berbakat besar di bidang jurnalistik, ia tak hanya menjalankan fungsinya sebagai seorang editor, tetapi juga sebagai wartawan dan penulis. Franklin yang dipesan kakaknya untuk tidak menulis di korannya, tak kehilangan akal menyiasatinya dengan nama samaran Silence Dogood. Tulisan-tulisan Franklin dengan nama samaran itu banyak disukai oleh pembaca, sehingga banyak yang mengirimkan surat kepada redaksi untuk bisa mengenal penulis wanita yang menurut para pembaca luar biasa itu. 
Oplah New England Courant pun naik, rupanya para pembaca sudah bosan membaca tulisan kritikan kepada pemerintah. Tulisan-tulisan Silence Dogood dapat mengisi kebosanan para pembacanya terhadap berita-berita politik. Franklin pun sangat bangga dan semakin tertantang karena inovasinya berhasil. Ketika James selesai menjalani masa penahanannya, kakaknya sangat bangga dengan hasil kerjanya. Korannya banyak sekali menerima surat dari para pembaca yang menyatakan kekagumannya kepada Silence Dogood. James pun menjadi sangat terkejut ketika berhasil mengungkap jati diri Silence Dogood  ternyata adalah adiknya  sendiri. James menjadi kecewa karena adiknya ternyata tak mentaati larangannya. Alasan Franklin bahwa tulisannya sangat digemari oleh pembaca tak membuat James memaafkan.
Pada tahun 1723 Benyamin Franklin berumur 17 tahun,  dengan perasaan kecewa, nekat pergi ke New York. Rasa kecewa kepada kakaknya, menghilangkan akal sehatnya untuk terlebih dahulu berpamitan kepada kedua orang tuanya maupun saudara-saudaranya yang lain. Rasa kecewanya yang dalam menyebabkan pula dirinya enggan mengambil gajinya terlebih dahulu di New England Courant sebagai bekal perantauannya. Franklin ingin membuktikan diri bahwa tanpa kakaknya dia bisa berhasil. Franklin bertekad membuktikan bisa sukses dengan usaha sendiri dan tidak hidup di bawah bayang-bayang nama besar kakaknya.
Franklin sampai di kota New York dengan persediaan uang yang terbatas. Franklin pun memutuskan untuk segera mendapatkan pekerjaan agar tidak mati kelaparan. Namun setelah berkeliling kota dan menjumpai begitu banyak pengangguran, Franklin sempat ragu untuk meneruskan niatnya, namun Franklin menguatkan hati walau harus hidup dengan makan sekali sehari dan tidur di apatermen jorok. Beruntung Franklin segera mendapatkan pekerjaan di percetakan kecil. Walaupun bukan pekerjaan yang dicarinya, namun demi mempertahankan hidupnyan, pekerjaan itu tetap ditekuninya sambil terus mencari peluang yang lain.
Franklin akhirnya menyadari hidupnya tak akan berkembang bila tetap di New York. Franklin pun persiapan pindah ke kota Philadelphia yang menurutnya akan mendatangkan karier yang lebih baik. Umur 18 tahun Franklin pindah ke Philadelphia. Franklin segera mencari pekerjaan yang sesuai minatnya. Pilihannya jatuh pada koran Pensylvania Gazzete milik Samuel Keimer. Pengalaman Franklin mengelola New England Courant ternyata sangat membantunya di tempat pekerjaannya yang baru. Bakatnya di bidang jurnalistik dan mengelola keuangan terbukti bermanfaat di perusahaannya yang baru. Franklin pun cepat mendapat posisi yang baik, tak hanya di bidang pemberitaan yang mendapat kemajuan dengan kehadirannya, tetapi Franklin pun mampu membenahi pengelolaan keuangan Pensylvania Gazeete yang amburadul. 
Kedatangan Benyamin Franklin di koran Pensylvania Gazzete telah membawa kemajuan yang sangat signifikan. Manajemen keuangan perusahaan yang amburadul segera dapat dibenahi oleh Franklin. Kepandaian Franklin dalam mengelola keuangan perusahaan Pensylvania Gazzeete sangat menarik perhatian Meredith, salah seorang temannya yang sudah lama bekerja di koran itu. Meredith terus mengamati cara kerja Franklin dalam membenahi perusahaan  milik Samuel Keimer itu. Hasilnya Koran Pensylvania Gazzete pelan namun pasti mulai tertata dengan baik sistem pembukuan keuangannya dan bahkan mulai membukukan laba.
Meridith semakin tertarik kepada Franklin. Pada kesempatan yang baik Meredith mengajak Franklin untuk bekerja sama untuk masa depan mereka berdua. Keduanya segera mengundurkan diri dari Pensylvania Gazzete dan memulai dengan perusahaannya sendiri di bidang percetakan dengan nama percetakan Pensylvania. Di tangan kedua orang berbakat ini, percetakan Pensylvania mengalami kemajuan amat pesat dan memperoleh banyak keuntungan karena banyaknya order yang diterima percetakannya. Reputasi keduanya sebagai orang-orang professional di bidang percetakan telah menjadi magnet  bagi setiap orang. 
Sebaliknya koran Pensylvania Gazzete, akibat ditinggalkan oleh Franklin dan Meredit, mulai mengalami kemunduran. Sebagai puncaknya akibat salah dalam pengelolaan keuangan, akhirnya Koran Pensylvania Gazeeete mengalami pailit dan diambang kehancuran. Akhirnya Samuel Keimer mendekati Franklin dan Meredith untuk membeli koran itu. Setelah berunding dengan Meridit, Franklin setuju untuk membeli koran Pensylvania Gazzete. Begitulah akhirnya pada tahun 1729, Koran Pensylvania Gazzete berganti managemen kepemilikan.
Di tangan Franklin dan Meridith, Koran Pensylvania Gazzete terbit dengan wajah yang berbeda. Koran yang sempat hampir berhenti terbit itu, bisa bangkit lagi dan dinantikan terbitnya. Franklin sangat tertantang untuk menjadikan Koran Pensylvania Gazzete menjadi koran yang berpengaruh. Hasil kerja keras yang dibarengi dengan kegeniusan terbukti mampu mendongkrak oplah koran Pensylvania Gazzete secara luar biasa. Koran yang nyaris berhenti terbit dan membuat pemilik lamanya bangkrut itu kini tampil menjadi koran terkemuka di Pensylvania dan mulai mendatangkan keuntungan yang besar bagi Franklin. Kehidupan Franklin yang dahulunya miskin kini telah berubah. Hidup Franklin dari usaha percetakan dan korannya kini telah bergelimang uang, dan ia kini mulai memikirkan dengan uang dan kekayaannya itu sumbangsih apa yang dapat dilakukan untuk kemajuan  masyarakat dan kotanya.
 Franklin memang sosok pengusaha yang tak hanya memikirkan nasib dan kesenangannya sendiri, namun senantiasa memikirkan kemajuan masyarakat kotanya.Hidup Benyamin Franklin tak ubahnya cerita dari negeri dongeng, Franklin yang dibesarkan dari keluarga miskin, dan menjalani hidup masa remaja penuh keprihatinn, telah menjelma menjadi seorang jutawan baru di Amerika. Franklin mulai dapat menikmati hasil dari kerja keras dan kesuksesannya, ia kini mulai memiliki waktu untuk memikirkan bidang-bidang lain karena urusan bisnisnya sudah banyak ia delegasikan kepada karyawan-karyawan terpercayanya. 
Pada tahun 1727, Franklin bersama para para ilmuwan lainnya di kota Philadelphia menggagas tentang perlunya memiliki sebuah organisasi kemasyarakatan di kota Philadelphia. Sebuah organisasi sebagai wadah kalangan penguasaha, ilmuwan, dan siapa saja yang tergerak untuk memikirkan kemajuan kota Philadelphia pada khususnya dan Amerika pada umumnya. Gagasan Franklin itu pun disambut dengan baik oleh tokoh-tokoh kota Philadelphia, maka sebuah organisasi kemasyarakatan dengan nama The Junto pun resmi didirikan.

Salah satu yang diupayakan oleh organisasi The Junto adalah menjadikan kota Philadelphia menjadi kota yang besar dengan masyarakatnya yang bermoral dan cerdas. Akhirnya pada tahun 1731, seiring dengan datangnya bantuan buku-buku dari Royal Society, London, perpustakaan yang didirikan oleh Franklin dan organisasi The Junto, resmi didirikan dan dibuka untuk umum. Perpustakaan itu pun menjadi perpustakaan pertama di kota Philadelphia dan juga di Amerika. 
Pada tahun 1730, Franklin mengangkat seorang anak laki-laki yang kemudian diberi nama William. Franklin amat senang dengan adanya anak kecil di rumahnya yang besar dan luas itu sehingga tak terasa sepi lagi. Franklin amat menyayangi William yang kian hari kian bertambah besar dan lucu. Para sahabatnya menyarankan bahwa perkembangan seorang anak tidak akan lengkap bila tanpa kehadiran seorang wanita. Benyamin Franklin pun meminang Deborah. Keduanya akhirnya melangsungkan pernikahan di sebuah gereja dan menyelenggarakan pesta perkawinan yang meriah.
• Penemuan-Penemuan 

Pada tahun 1733 kebakaran hebat kembali terjadi di Philadelphia dan menghanguskan sebagian besar rumah warga. Bencana kebakaran seakan menjadi bencana ritin dan selalu berulang terjadi, penyebabnya diduga berasal dari perapian milik warga. Cerobong-cerobong asap dari perapian warga ternyata tak hanya sebagai tempat keluarnya asap dan jelaga saja, tetapi  juga sebagai tempat keluarnya bunga-bunga api yang kemudian diterbangkan oleh angin kemana-mana dan menyebabkan kebakaran. Peristiwa kebakaran itu akhirnya menggugah kesadaran  Franklin untuk berupaya mencegah timbulnya bencana.
Franklin mulai mengadakan pengamatan khusus terhadap perapian yang dimiliki warga Philadelphia. Dari pengamatan itu akhirnya Franklin menyimpulkan betapa tidak efektifnya perapian-perapian tradisional itu. Berdasarkan hasil pengamatanya itu, Franklin akhirnya berhasil merancang suatu “tungku perapian” yang jauh lebih efisien dan aman daripada perapian yang dimiliki oleh warga. Hasil rancangannya itu pun segera dicetak dan disebar-luaskan ke seluruh penjuru kota Philadelphia. Hasilnya, “tungku perapian” rancangan Franklin mendapat sambutan luar biasa pula dari warga Philadelphia.
Pada saat itu di Eropa semua orang tengah terkagum-kagum akan adanya penemuan listrik statis. Namun orang-orang belum mengerti benar manfaat listrik. Penemuan listrik memang dasyat, tak jarang orang menganggap sebagai sebuah sihir. Fraklin juga terkesan dengan penemuan listrik itu. Maka Franklin terinspirasi untuk ikut menyelidiki masalah listrik. Untuk itu, Franklin merasa perlu pula untuk mengontak teman-temannya di London agar mengirimkan buku-buku tentang listrik. Begitu kiriman buku-buku dari London datang, Franklin dengan tekun segera mempelajari buku-buku penelitian tentang listrik yang pernah dilakukan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dan kegagalan mereka.  
Dari hasil eksperimennya itu, Benyamin Franklin berkesimpulan sementara bahwa listrik tidak bisa dibuat. Listrik hanya mampu dipindahkan muatannya dari satu tempat ke tempat lain, perpindahan inilah yang menimbulkan efek listrik. Benyamin Franklin dengan tekun terus menyempurnakan penelitiannya. Benyamin Franklin akhirnya juga berhasil menemukan kenyataan bahwa listrik sebenarnya hanya ada satu jenis, namun karena ada lompatan listrik, membuat suatu benda menjadi kelebihan atau kekurangan muatan listrik. Benyamin Franklin kemudian menandai kelebihan itu dengan istilah Plus (+) sedangkan kekurangan dengan Minus (-), suatu  kode yang bahkan secara luar biasa tetap dipakai hingga sekarang ini.
Franklin semakin bersemangat mengadakan penelitian tentang listrik. Franklin berhasil menetapkan tiga Hukum Listrik Statis, yaitu; pertama, Muatan listrik yang tidak  sejenis akan saling tarik-menarik. Kedua, Muatan listrik yang sejenis akan saling tolak-menolak. Sedangkan Ketiga, Suatu benda yang bermuatan akan menarik non konduktor yang tidak bermuatan. Franklin mengirimkan hasil penelitiannya ini ke Royal Society di London. Ilmuwan Inggris di Lembaga Ilmu Pengetahuan yang dibentuk oleh Kerajaan itu menjadi sangat takjub membaca penelitian Benyamin Franklin. Royal Society sepakat menerbitkan  hasil penelitian Benyamin Franklin.  Nama Benyamin Franklin menjadi semakin terkenal di seluruh dunia.
Franklin senang penelitiannya tentang listrik berhasil dengan memuaskan. Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Philadelphia. Franklin menjadi heran karena kebakaran itu terjadi di tengah musim hujan yang disertai kilat. Kebakaran itu menimpa rumah dan bangunan yang lebih tinggi dari bangunan lain disekitarnya. Bila biasanya penyebab kebakaran terjadi karena bunga-bunga api yang keluar dari cerobong asap, kini Franklin bisa melihat kebakaran yang terjadi disebabkan oleh petir yang menyambar pada gedung bangunan yang tinggi, seperti bangunan gedung gereja yang tinggi menjulang dengan tanda salibnya dan juga pohon-pohon yang tinggi.
Franklin berkesimpulan bahwa sambaran petir pada bangunan-bangunan tinggi itu tak beda dengan fenomena listrik yang selama ini ditelitinya. Franklin dengan berani memajang hasil kesimpulannya itu di koran miliknya. Franklin yakin bila pengetahuan orang tentang petir sudah benar, maka bahaya kebakaran bisa dicegah. Namun yang menjadi masalah bagaimana menjelaskan kepada masyarakat bahwa awan-awan yang di atas sesungguhnya bermuatan listrik. Untuk menjelaskan itu, pada tahun 1752, Franklin melakukan eksperimen yang amat berbahaya. Franklin yang dibantu oleh anaknya William, berniat menggunakan media layang-layang yang didesain khusus untuk bisa  diterbangkan setinggi mungkin mendekati awan.
Layang-layang itu dilengkapi dengan sebuah logam lancip di bagian atas untuk menangkap listrik di awan, benang panjang yang berfungsi sebagai penghantar aliran listrik, logam berbentuk kunci utuk mengumpulkan aliran listrik, dan juga sebuah bejana Leyden yang mempunyai fungsi sebagai wadah atau tempat aliran listrik yang tertangkap atau terkumpul di dalam logam berbentuk kunci. Tentu saja sebuah eksperimen yang amat berbahaya. Namun Benyamin Franklin memang dikenal tak hanya sebagai sosok pengusaha yang ulet saja, tetapi juga seorang ilmuwan yang pantang menyerah. Bersama anaknya, William, Franklin nekat hendak menangkap listrik dari awan. Di tengah suasana hujan badai yang disertai petir meyambar-nyambar, Benyamin Franklin mulai menaikan layang-layang khususnya.
Suasana tegang menyelimuti eksperimen yang boleh dikatakan gila itu. Detik-demi detik menunggu, akhirnya terjadilah lompatan-lompatan listrik yang mendebarkan dari awan melalui ujung logam pada layang-layang yang terus mengalir melalui benang basah dan akhirnya mengumpul pada sebuah logam anak kunci. Selanjutnya listrik yang sudah terkumpul di dalam logam itu meloncat ke dalam bejana Leyden yang didekatkannya. Listrik pun tertangkap di dalam bejana layden. Franklin pun sukses dengan eksperimen berbahayanya itu dan berhasil membuktikan bahwa fenomena petir adalah berhasal dari lompatan listrik statis dari awan.
Keberhasilan eksperimennya membuat Franklin bersyukur, Benyamin Franklin segera memberi contoh bagaimana caranya menyelamatkan bangunan-bangunan tinggi agar terhindar dari sambaran petir. Franklin membuat sebuah alat penangkal petir yang kemudian sering disebut oleh masyarakat di sekitar Philadelphia sebagai “Tongkat Franklin” untuk menghormati nama penemunya. Penangkal Petir yang telah dilengkapi/disambung dengan pipa logam yang ditanam di dalam tanah itu pun kemudian dipasang menjulang di atap-atap bangunan tinggi. Saat terjadi loncatan-loncatan listrik dari awan, maka loncatan listrik itu akan masuk ke dalam tongkat Penangkal Petir dan segera masuk ke dalam tanah melalui pipa logam, bangunan-bangunan tinggi pun terhindar dari sambaran petir dan bahaya kebakaran. Dengan penemuannya ini, nama Benyamin Franklin semakin menjulang tinggi terkenal sampai ke seluruh penjuru dunia.
• Akhir Hidup Dan Penghargaan-Penghargaan

Berkat penemuan Penangkal Petir yang dapat menyelamatkan kota Philadelphia dari bencana kebakaran, Benyamin Franklin kemudian menerima hadiah medali kehormatan dari Royal Society London pada tahun 1753. Sebelumnya, Benyamin Franklin berkat jasa-jasanya terhadap kemajuan dan kesejahteraan kota, juga telah mendapat kehormatan sebagai anggota Dewan Kota Philadelphia. Disamping itu, berkat reputasinya sebagai pemilik dua media terbesar di Philadelphia serta sumbangsihnya merancang Tungku Franklin yang terbukti efektif mencegah kebakaran musiman, Franklin juga ditunjuk menjadi anggota Pengadilan Tinggi Philadelphia.
Penghargaan lain datang dari kalangan ilmuwan, Franklin terpilih sebagai Presiden Academy and Colledge of Philadelphia. Anggota American Philosophical Society, dan juga dipercaya menjadi Kepala Kantor Pos untuk Amerika Utara, dengan jabatannya sebagai Kepala Kantor Pos ini, Franklin menjadi semakin banyak menjalin hubungan dan kerjasama dengan orang-orang terkenal di Eropa, khususnya di London. Maka tidak mengherankan bila nama dan kemashyuran Benyamin Franklin sebagai seorang ilmuwan yang genius pada akhirnya menjadi perbincangan tak hanya di daratan Amerika, tetapi melintas jauh ke Eropa, khususnya di Inggris.
Pada tahun 1753, Franklin mendapatkan penghormatan khusus dari para ilmuwan Eropa (Royal Society). Penghormatan dari kalangan akademisi lainnya dari University of St.Andrews, dari Havard, dan Yale juga memberikan gelar kehormatan atas prestasi Franklin di bidang Sains. Gelar penghormatan di bidang sains terus berlanjut di tahun 1757, kali ini giliran Oxford yang memberikan gelar penghormatan dan University of Andrews, Skotlandia di tahun 1759.
Menjelang maupun sesudah Perang Revolusi Amerika, jasa Benyamin Franklin sangat luar biasa. Sebelum terjadinya Perang Revolusi, Franklin dipercaya rakyat koloni (Amerika) untuk menyuarakan hak-hak rakyat Amerika, namun gagal mencegah pecahnya perang akibat tekanan yang luar biasa dari Inggris yang terus menaikan pajak. Bahaya terjadinya perang tak mungkin dihindari lagi, dan Benyamin Franklin menyadari kekuatan rakyat di koloni yang tak sebanding dengan armada Inggris, maka rakyat Amerika memberi kepercayaan kepada Franklin untuk mengemban misi diplomatik di Perancis.
 Misi diplomatik Franklin terbukti sukses, Perancis tak hanya membantu perjuangan rakyat Amerika selama Perang Revolusi, tetapi juga menjadi Negara pertama yang mengakui Kemerdekaan Amerika. Penghargaan rakyat Amerika kepada Benyamin Franklin juga tampak pada kepercayaan rakyat Pensylvania yang menunjuknya sebagai wakil di Konggres Kontinetal ke-2, meskipun Franklin sudah menginjak usia 70 tahun. Dan Penghormatan besar yang tak dapat dilupakan oleh sejarah, adalah kepercayaan rakyat Amerika yang menunjuknya sebagai anggota Komisi Lima yang tugasnya menyusun Deklarasi Kemerdekaan Amerika.
Di masa-masa akhir hidupnya, Benyamin Franklin ikut aktif dalan gerakan kemerdekaan Amerika. Ketika Amerika masih merupakan jajahan Inggris, Benyamin Franklin beberapa kali berangkat ke London untuk mewakili dan jadi Juru Bicara rakyat, namun sayang usaha mulianya ini gagal. Namun  saat pemerintah Inggris menaikkan pajak yang amat berat bagi rakyat Amerika untuk menutup defisit anggaran akibat dipergunakan sebagai biaya perang melawan Perancis, Franklin pun ikut mendorong agar rakyat Amerika bergolak. Rakyat di koloni (Amerika) mendapat dukungan dan suplai senjata dari Perancis yang menjadi lawan Inggris.
Pertempuran sengit terjadi dimana-mana. Pada puncaknya, pada konggres continental Amerika ke-2 yang dilaksanakan di Philadelphia, Benyamin Franklin terpilih sebagai anggota Komisi Lima yang bertugas menyusun Deklarasi Kemerdekaan Amerika, bersama tokoh-tokoh lainnya, seperti Thomas Jefferson, dan Jhon Adam. Untuk draf yang disusun oleh Thomas Jefferson, Franklin sampai membuat 48 koreksian, dan hasilnya segera dibacakan di depan Konggres dan disetujui sebagai Deklarasi Kemerdekaan pada tanggal 4 Juli 1776..
Masa-masa awal kemerdekaan peran Benyamin Franklin amat menonjol dalam kaitannya mencari dukungan Internasional untuk kemerdekaan Amerika. Pada tahun 1778 berkat peran Franklin sebagai Duta Amerika untuk Perancis berhasil mendapat dukungan kemerdekaan Amerika  dari Perancis. Setahun berikutnya (1779) Negara Spanyol ikut mengakui Kemerdekaan Amerika, dan kemudian diikuti oleh kerajaan Belanda. Dengan adanya pengakuan resmi dari tiga Negara besar itu, maka Amerika resmi berdiri sebagai sebuah Negara, dan hal ini tak dapat dilepaskan dari kehebatan Benyamin Franklin dalam berdeplomasi. Akhirnya tak ada jalan lain bagi Inggris untuk kemudian turut mengakui Kemerdekaan Amerika pada tahun 1783.
Di masa tuanya, Benyamin Franklin sudah menjadi negarawan besar yang sangat terkenal, dan menjadi figur atau tokoh nasional yang amat dikagumi. Meskipun di masa tuanya Franklin sempat menderita beberapa penyakit, namun boleh dikatakan secara keseluruhan hidup Benyamin Franklin sangat menyenangkan; sukses, sehat, aktif, dan religious. Bahkan di usia tuanya, Benyamin Franklin masih sempat menuliskan Biografinya dengan amat menarik hingga menjadi bacaan yang banyak digemari hingga sekarang.
Di usianya yang ke-81 Franklin juga masih dipercaya oleh rakyat untuk duduk menjadi anggota Konvensi Konstitusional Philadelphia pada tahun 1787. Namun tiga tahun berikutnya, tepatnya tanggal 17 April 1790, Benyamin Franklin meninggal dengan tenang di usianya yang ke-84 tahun. Sosok ilmuwan serba bisa itu pun dimakamkan di kota Philadelphia dengan diiringi rasa duka yang amat sangat dari segenap rakyat Amerika. 



f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Naia Alifia
23.52

Belum ada komentar untuk "Mengenal Tokoh Ilmuwan Dunia Benyamin Franklin"

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)
Find Us :

Entri Populer

  • Frederick Winslow Taylor (1856-1915) Bapak Manajemen Ilmiah
  • Mengenal Tokoh Ilmuwan Dunia Thomas Alva Edison
  • Mengenal Tokoh Ilmuwan Dunia Albert Einstein
  • Mengenal Tokoh dan Ilmuwan Isaac Newton
  • Mengenal Tokoh Ilmuwan Dunia Benyamin Franklin

Labels

  • Ekonomi
  • mulanya
  • tokoh
Copyright 2013 anak pintar dan cerdas - All Rights Reserved
by Mas Sugeng - Powered by Blogger Template Free