anak pintar dan cerdas

  • Home
  • About
  • Template
  • Design
  • Blogger
  • Tips Tricks
Home » mulanya » tokoh » Mengenal Tokoh Ilmuwan Dunia Thomas Alva Edison

Kamis, 26 Maret 2015

Mengenal Tokoh Ilmuwan Dunia Thomas Alva Edison

Thomas Alva Edison lahir di Milan, Ohio, Amerika Serikat, pada tanggal 11 Februari 1847. Orang Tuanya bernama Samuel Odgen (keturunan Belanda) dan Nancy Eliot. Thomas Alva Edison anak bungsu dari tujuh bersaudara, meskipun Samuel dan Nancy sudah memiliki enam anak-anak yang sehat dan menyenangkan, namun kelahiran anak ketujuh mereka tetap disambut dengan penuh ucapan syukur oleh segenap keluarga. Ayah dan Ibunya, serta kakak-kakaknya kemudian biasa memanggil Thomas Alva Edison dengan panggilan kesayangan “Al”.
Di kota Milan (Ohio) keluarga Thomas Alva Edison termasuk keluarga dengan ekonomi yang sedang-sedang saja, tidak kaya namun juga tidak kekurangan, karena kedua orang tuanya sama-sama bekerja. Samuel Odgen, Ayah Edison, bekerja sebagai pedagang dan tukang kayu yang menguasai juga tentang ilmu bangunan, sementara Ibunya, bekerja sebagai seorang guru. Ayah Edison termasuk seorang pekerja yang ulet dan kaya akan ide dan kreatifitas, maka pelanggannya pun banyak. Rumah besar yang ditempati oleh Edison beserta seluruh keluarga besarnya termasuk hasil rancangan dan dikerjakan sendiri oleh Samuel Odgen secara bertahap. 
Umur 4 tahun, “Al” belum dapat berbicara seperti teman-teman sebayanya. Namun kedua orang tuanya, dengan sabar melatihnya.Usaha keras serta kesabaran mereka pun akhirnya tidak sia-sia, Al mulai bisa bicara dan akhirnya justru membuat pusing Ayah dan Ibunya, serta saudara-saudaranya karena seringnya mengajukan pertanyaan tentang apa pun yang tidak diketahuinya. Kalau tidak puas dengan jawaban anggota keluargnya, Edison pun kemudian sering bertanya kepada siapa saja orang dewasa yang ditemuinya.
Usia 7 tahun, keluarganya pindah ke kota Port Huron, Mechigan. Hal itu dikarenakan Ayah Edison mendapatkan pekerjaan yang baik di kantor Militer Fort Gratiot. Edison kemudian di sekolahkan di Port Huron. Masa sekolah di Port Huron nampaknya menjadi masa yang tak menyenangkan bagi Al yang tak menyenangi pelajaran Matematika, namun justru tak henti-henti mengajukan pertanyaan tantang banyak hal. Kebiasaan Edison yang selalu bertanya justru dinilai oleh gurunya, secara salah. Gurunya menilai Al anak yang bodoh dan “berotak udang”.
Gurunya juga memberikan surat kepada Samuel dan Nancy Eliot. Membaca surat yang memberitahukan bahwa anaknya di sekolah anak yang bodoh dan meminta agar orang tuanya mengeluarkan anaknya dari sekolah, Nancy menjadi sangat terkejut, tak percaya, dan tersinggung. Nancy yang juga seorang guru dapat menilai bahwa anaknya tak sebodoh seperti yang dituduhkan oleh para gurunya. Nancy Eliot pun beretekad mendidik dan mengajar anaknya sendiri dan membuktikan bahwa tuduhan gurunya salah. Setelah berhasil mengajari  Al dengan pelajaran membaca, menulis, dan berhitung, Nancy pun membawa Edison ke sekolah dan mencoba berbicara dengan guru anaknya. Namun di luar dugaan, gurunya tetap bersikukuh bahwa Edison anak yang bodoh dan tak bisa belajar dan sebaiknya dibawa pulang ke rumah. 
Nancy Eliot sebagai guru yang berpengalaman menjadi sangat tersinggung dan marah. Nancy pun bertekad mendidik anaknya di rumah sendiri (Home Scholing) dan akan menjadikan anaknya berhasil dan sukses. Tekad Nancy pun mendapat dukungan penuh dari Samuel Odgen dan keluarga besarnya. Dalam bimbingan seorang guru yang kebetulan adalah Ibunya sendiri yang dengan sabar menjawab rasa keingintahuannya yang besar, Edison justru mendapatkan kemajuan yang pesat dalam belajarnya. Ternyata metode pengajaran yang diterapkan di sekolah yang monoton dan searah telah gagal membentuk Edison menjadi anak yang cerdas, sementara metode yang diterapkan oleh Ibunya mampu membuka potensi kecerdasan yang dimiliki Al. 
Di rumah, Ayah dan Ibunya bahkan membebaskan Edison dapat dengan leluasa membaca buku-buku ilmiah dewasa dan juga tak keberatan anaknya mulai berani mengadakan berbagai percobaan ilmiah sendiri. Menyadari kemajuan dirinya yang amat besar dalam bimbingan Ibunya, Edison pun semakin mengagumi dan bangga akan Ibunya. Ayahnya dan seluruh keluarga besar juga turut membantu mengajari Edison. Bahkan Ayah Edison, mempunyai cara yang unik agar anaknya lebih terpacu dan menjadi rajin membaca. Setiap kali Edison selesai membaca satu buku yang diberikannya, Samuel selalu memberi hadiah 10 sen kepada Edison. 
Umur 11 tahun, Samuel Odgen mengajak dan mengenalkan Al dengan dunia ilmu pengetahuan dan perpustakaan di daerahnya. Sejak itu Al mulai banyak menghabiskan waktunya dengan membaca buku-buku di sana. Hampir semua buku-buku koleksi perpustakaan daerah itu pernah dibacanya, dimulai dari buku rak paling bawah dan berlanjut ke rak paling atas. Maka tak heran bila akhirnya Edison tumbuh menjadi anak yang cerdas dan memiliki pengetahuan yang luas. Edison menjadi sangat gemar membaca, bahkan Al telah menjadi seorang “kutu buku”.
Melihat hasil kerja kerasnya mendidik Al akhirnya berhasil, Ibunya kemudian sering kali membelikan buku-buku sains dasar, terutama kimia dan elektronika yang menjadi kegemaran utama putranya itu. Buku-buku yang dibelikan oleh Ibunya tersebut menjelaskan tentang bagaimana percobaan kimia dilakuan di rumah. Edison dengan berani mencoba melaksanakan setiap eksperimen yang ditulis dalam buku tersebut. Mengetahui hal tersebut, Ibunya semakin banyak membelikan buku-buku sains kepada Edison.
Edison semakin tertarik Ilmu Kimia dengan aneka macam percobaannya yang menurutnya amat mengasyikan dan menantang. Begitu besar rasa ketertarikan Thomas Edison kepada Ilmu Kimia sehingga dia pun tak segan-segan menghabiskan semua uang sakunya hanya untuk membeli zat-zat kimia yang ia butuhkan untuk percobaan. Dia pun menggunakan berbagai macam benda seperti botol-botol, kabel dan alat-alat lainnya untuk mendukung semua eksperimennya. Edison bahkan tak segan-segan mengambil dan mengumpulkan barang-barang bekas yang ditemukan di keranjang sampah layaknya seorang pemulung. Barang-barang bekas tadi, kemudian disortir dan dipilah-pilahkan mana barang-barang bekas yang masih dapat dipakai untuk membantu percobannya.
Umur 10 tahun, Edison atas ijin Ayah dan Ibunya sudah membangun secara sederhana laboratorium sains pertamanya di basement rumahnya. Agar semua bahan-bahan kimianya yang sangat penting bagi percobaannya tidak diambil oleh saudara-saudara dan anggota keluarga lainnya, semua botol-botol yang digunakan untuk eksperimen itu diberi label “racun”, dan hanya Edison sendiri yang mengetahui spesifik botol-botol eksperimennya tersebut. Ketika sedang tak disibukkan dengan kegiatannya bereksperimen, tak ada hari-hari yang dilewatkan oleh Edison tanpa membaca buku. Edison tak hanya menyenangi buku-buku ensiklopedi saja, Al juga menyenangi buku-buku seni dan sejarah, terutama sejarah kerajaan Inggris, Romawi dan Yunani. 
Usia 12 tahun, Edison mulai mencoba keberuntungan mencari uang sendiri untuk membiayai kegemarannya bereksperimen dengan membeli bahan-bahan kimia. Al rupanya sudah pula memiliki bakat bisnis, ia sama sekali tak merasa malu dan risih dengan komentar dan olok-olok teman-temannya. Edison bekerja sebagai pedagang asongan, dengan menjual buah-buahan dan juga gula-gula di kereta api. Uang hasil keuntungannya dari berdagang itu sebagian dia berikan kepada orangtuanya, dan sebagian lagi ditabung untuk dijadikan modal membangun lab pertamanya di kamar bawah tanah rumahnya dan juga lab di gerbang kereta api.
Thomas Edison ketika sedang mengumpulkan barang-barang bekas dari kerangjang sampah, ia menemukan seperangkat alat cetak di tempat pembuangan sampah. Edison pun sangat girang menemukan benda yang menurutnya amat berharga itu, mesin cetak itu kemudian diperbaikinya, dan akhirnya dapat dipergunakan lagi. Bersamaan itu di tahun 1861, terjadi perang saudara antara negara bagian utara dan selatan, semua orang pun menjadi sangat haus akan adanya informasi tentang perang saudara itu. Naluri bisnis Edison pun timbul, ia kemudian mencetak sendiri korannya yang diberi nama “Weekly Herald”, korannya pun kemudian menjadi Koran pertama yang dicetak di atas kereta api dan laku terjual. 
Koran Weekly Herald terbit secara berkala pada hari-hari tertentu, tak hanya berisi berita seputar perang saudara saja, tetapi juga memuat berita-berita lokal yang ada kaitannya dengan kehidupan sehari-hari para penumpang yang ada di kereta api. Tentu saja pilihan berita ini luput dari perhatian koran-koran biasa, maka tak heran jika koran Weekly Herald tetap banyak penggemarnya.Edison pun banyak mendulang emas dari kejeliannya melihat peluang itu.
Keuntungan dari penjualan koran Weekly Herald  kemudian digunakan melengkapi laboratorium dan membeli bahan-bahan kimia baik untuk lab di basement rumahnya maupun yang ada di gerbong kereta api. Edison hanya menawarkan koran Weekly Herald ketika kereta sedang berhendi di stasiun-stasiun, dan tak ingin mengganggu hak penumpang utuk beristirahat. Saat tak menawarkan koran dan barang-barang dagangannya, Edison masuk ke dalam gerbang terakhir yang menjadi laboratoriumnya untuk melanjutkan bereksperimen. 
Thomas Edison kali ini mengalami nasib naas, tanpa disengaja oleh Al, cairan kimianya tumpah dan menyebabkan sebuah gerbong kereta api nyaris terbakar. Akibat kejadian itu petugas kereta api menjadi sangat marah, dan kemudian melarang Al tak boleh berjualan lagi di gerbang kereta api dan menggunakan gerbang kereta terakhir sebagai laboratoriumnya. Tak hanya itu hukuman yang harus diterimanya, akibat percobaan pertamanya yang nyaris membakar kereta itu, kondektur kereta api yang sangat marah menampar pipi Al dengan sangat keras sehingga saraf pendengaran Al menjadi terganggu dan mengakibatkan Al menjadi setengah tuli.
Edison harus meninggalkan segala eksperimennya di gerbang kereta api itu. Edison seperti kehilangan sebagian jiwanya, Edison memang mencintai laboratorium di kerata dan segala aktivitas kerjanya itu. Beruntung di tahun 1862, terjadi sebuah peristiwa yang sangat membekas di hatinya dan juga menjadi jalan keluar bagi masalahnya. Edison yang masih sering datang ke stasiun kereta api, secara kebetulan berhasil menyelamatkan nyawa seorang anak kecil yang bernama Jimmie MacKenzie dari gerbong kereta api yang sedang melaju kencang. 
Ayah Jimmie, yang bernama MacKenzie yang bekerja sebagai agen stasiun kereta api, sangat berterimaksih kepada Edison. Sebagai bentuk terimakasihnya yang sangat besar kepada Edison karena telah berhutang nyawa, MacKenzie kemudian mengajarkan Edison cara menggunakan mesin telegraph. Edison girang bukan kepalang mendapatkan kesempatan langka itu. Dan tak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas itu, Edison pun belajar secara sungguh-sungguh untuk dapat mengoperasikan mesin pengirim telegram itu. 
Usia 15 tahun, Edison karena sudah mahir mengoperasikan mesin telegrap kemudian dengan mudah diterima sebagai pegawai di Western Union dan bertugas sebagai tenaga operator mesin telegraph. Namun Edison meminta bekerja pada shift malam hari agar dia masih dapat memiliki waktu untuk melakukan eksperimen yang menjadi bidang kesukaannya. Namun belum lama bekerja, kembali Edison harus mengalami nasib naas. Pada suatu hari tanpa disengaja dia menumpahkan cairan asam sulfur ketika sedang melakukan eksperimen. Akibatnya sungguh fatal, cairan asam keras tersebut menembus lantai kayu dan sampai di meja atasannya di lantai bawah. Edison kembali harus menerima kenyataan pahit akibat dari kegemarannya berekperimen itu, dia dipecat dari Western Union pada keesokan harinya.

• Merintis Karier   

Pada tahun 1869, saat usianya 22 tahun, Edison mendapatkan hak paten pertamanya untuk mesin perekam suara telegrafik untuk badan legislatif. Setiap anggota legislatif akan menggerakkan suatu tombol pada mesin yang diciptakan Edison yang kemudian akan merekam rancangan undang-undang yang mereka pilih. Namun pada saat teman bisnis Edison membawa mesin penemuan tersebut, Ketua Komite yang sama sekali tidak terkesan dengan kecepatan alat penemuan Edison melakukan rekaman sambil mengatakan kata-kata sindiran, ”Apabila ada penemuan yang tidak kita inginkan lahir di muka bumi ini, inilah penemuan itu”.
Dari pengalaman di Washington DC itu, Edison pun memutuskan hanya akan menciptakan penemuan-penemuan yang dapat dijual pada masa yang akan datang. Edison kemudian memutuskan untuk bekerja secara mandiri (menjadi Pengusaha) membuat perusahaan produksi mesin telegrap secara massal dan mematenkan ciptaan atau penemuannya. Karya Edison ini adalah pertama kali dibuat secara besar-besaran, meskipun saat itu kondisi ekonomi Amerika sedang mengalami perubahan.
Di laboratoriumnya, Edison terus melanjutkan karyanya agar penemuannya yang pertama tak dianggap kebetulan semata. Edison seakan tak peduli dan sudah terbiasa bekerja di laboratoriumnya hampir sehari semalam penuh, Edison hanya beristirahat tidur 4 jam sehari dan hanya makan dari makanan yang dibawa oleh asistennya ke laboratoriumnya. Edison memang boleh dikatakan maniak dalam kerja dan sangat terobsesi dengan dunia eksperimen. Edison terus melakukan eksperimen hingga penemuan-penemuannya betul-betul menjadi sempurna.
Pada tahun 1870, Thomas Edison kembali membuat penemuan yang amat berguna dalam dunia usaha. Penemuan itu dinamakan “stock tiker” yaitu sebuah mesin pencatat dengan kertas bergerak. Mesin ciptaan Edison ini mampu mencetak pesan-pesan di atas pita kertas yang panjang, sehingga laporan keuangan yang biasanya amat rumit dan menghabiskan banyak kertas, kini dapat menjadi lebih efektif dan efisien. Edison menjual alat temuannya itu dengan harga yang fantastis, yaitu seharga 40.000 dolar dan mematenkan alat temuannya itu.
Berbekal uang dari hasil penjualan mesin ciptaannya itu, Edison memutuskan pindah ke New Jersey dan mulai membangun perusahaan stock ticker di sana. Perusahaan milik Edison berkembang pesat, perusahaan itu mampu memperkerjakan 150 pekerja dan mampu menggerakkan ekonomi di daerah sekitarnya. Di laboratoriumnya yang baru ini, Edison semakin banyak menciptakan temuan-temuan baru, seperti pena listrik dan mimeograph, sebuah alat penting yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan.
Pada tahun 1880 Edison berhasil menemukan penemuan yang spektakuler, yakni “bola pijar listrik”. Sebuah lampu yang berpijar lewat arus listrik dengan memanaskan bahan lempengan tebal kumparan kawat sampai cukup panas untuk membuat lampu kemudian bersinar. Edison menjelma menjadi sosok pengusaha muda yang amat sukses dan kaya-raya berkat hasil penemuan-penemuannya yang dijual dengan harga-harga spektakuler dan mematenkan karyanya. Maka tepat di hari Natal tahun 1871, Thomas Alva Edison menikahi salah seorang pegawainya yang baru berumur 16 tahun, yaitu Mary Stilwell setelah 2 bulan berkenalan. Pernikahannya dengan Mary Stilwell dikaruniai 3 orang anak, yaitu Marion “Dot” Estelle Edison, Thomas “Dash” Alva Edison,Jr, dan William Leslie Edison.
Namun perkawinan Thomas Edison tidak abadi,  pada tahun 1884, tapatnya tanggal 9 Agustus, Mary Stillwell meninggal dunia dalam usia 29 tahun. Thomas Edison menjadi sangat sedih, merasa kehilangan, dan amat kesepian dengan kematian istrinya masih berusia muda itu. Untuk menghibur hatinya, Edison sering pergi dan tinggal di rumah temannya, Mr.dan Mrs.Gilliards di Boston. Mengetahui kondisi Thomas Edison yang amat terpuruk itu, keluarga Gilliard berusaha mengenalkan Edison dengan beberapa orang gadis kenalannya. Namun dengan penampilan Thomas Edison yang berantakan saat itu, mata melotot, nafas bau, rambut berketombe, dan pendengaran yang setengah tuli, membuat semua gadis yang dikenalkan oleh keluarga Gilliard lari ketakutan. 
Mina Miller yang baru berusia 20 tahun pun menjadi gadis berikutnya yang dikenalkan oleh keluarga Gilliard kepada Thomas Edison. Melihat Mina Miller, Thomas Edison pun langsung jatuh hati pada pandangan pertama dan tergugah kembali semangat hidupnya. Tepat dua tahun setelah kematian Mary Stilwell, isteri pertamanya, Thomas Alva Edison memutuskan menikahi Mina Miller. Thomas Edison yang sudah menemukan kembali semangat hidupnya kemudian memboyong keluarganya pindah ke West Orange, New Jersey.
Di tempat barunya ini, Thomas Edison kemudian membeli rumah yang luas dan juga mendirikan sebuah laboratorium yang besar. Di tempat barunya itu pula Thomas Edison berhasil menemukan kamera gambar bergerak dan penyimpanan baterai. Penemuan-penemuan besar Thomas Edison ini memang tak luput pula dari dukungan yang sangat besar dari istri keduanya. Dengan Mina Miller istri keduanya ini, Thomas Alva Edison juga dikaruniai tiga orang anak, yaitu; Madeleine Edison, Charles Edison, dan Theodore Edison.   

• Ahli  Sihir Dari Menlo Park

Thomas Alva Edison adalah penemu yang paling terkenal dan serba bisa di dunia. Sepajang hidupnya lebih dari seribu penemuan telah dibukukan dengan hak paten atas namanya. Prestasi ini sampai sekarang belum ada yang menyamainya. Maka sungguh tepat julukan yang diberikan oleh masyarakat dunia kepadanya, yakni “ahli sihir dari Menlo Park” karena ribuan penemuannya yang luar biasa itu seakan telah, membius dan menyihir masyarakat dunia. Menlo Park adalah sebuah kota di New Jersey di mana Thomas Edison mendirikan “pabrik penemuannya” yang pertama.
Edison secara formal bukanlah seorang akademisi atau Ilmuwan. Edison tak menguasai teori apapun. Matematika pun tak begitu dikuasainya, bahkan termasuk mata pelajaran yang tak begitu disukainya. Hampir semua penemuan Edison kebanyakan berasal dari menyempurnakan ide dari penemuan-penemuan yang sudah ada. Pengalaman selama menghasilkan temuan-temuan yang harus dijalaninya dengan keras itulah yang akhirnya dapat disimpulkan oleh Edison bahwa jenius itu sesungguhnya  adalah: “Satu persen ide hebat dan 99 persen kerja keras”.
Umur sepuluh tahun Edison sudah membuat laboratorium kimia di gudang bawah tanah di rumahnya, dan berkali-kali hampir kehilangan nyawanya karena laboratoriumnya terbakar. Di gerbang kereta api terakhir yang berfungsi sebagai laboratoriumnya, akibat tumpahnya zat kimia dan mengakibatkan kebakaran gerbang kereta, Edison pun tak hanya disusir, tetapi juga mendapat tamparan yang mengakibatkan pendengarannya menjadi agak tuli.
Sementara akibat kenekatannya selalu mengadakan percobaan saat dirinya sudah bekerja di Western Union, mengakibatkan Edison dipecat dari pekerjaannya karena tumpahnya zat kimia yang sampai di meja pimpinannya. Namun Edison tak jera, ia tetap melanjutkan percobaannya di rumah. Lagi-lagi nasib naas menimpanya, loboratorium miliknya erbakar. Mary Stillwell, istrinya dengan penuh kekhawatiran berusaha membantu memadamkan api dan mencari suaminya. Namun yang dicarinya dengan penuh kecemasan justru nampak tersenyum sambil berkata,”Mary, kini tahukah kamu, semua berkas kegagalan kita telah terbakar habis dan dilenyapkan. Itu berarti, saatnya untuk memulai semuanya dari awal untuk meraih kesuksesan”.
Kegigihannya membuahkan hasil, penemuan demi penemuan lahir dari ide dan gagasannya di Menlo Park. Edison akhirnya menyandang predikat sebagai penemu atau pencipta paling produktif pada masanya. Edison tercatat memegang rekor 1.093 hak paten atas namanya. Edison pun menerima hak paten di seluruh dunia, seperti Jerman, Perancis, Inggris, dan termasuk Amerika Serikat. Nama Thomas Alva Edison pun kian menjulang tinggi ke seluruh dunia, berbagai penghargaan dari negera-negara besar diterimanya. Maka tak heran bila akhirnya Thomas Alva Edison pun dijuluki sebagai si “Ahli Sihir Dari Menlo Park”.
Penemuan Thomas Alva Edison yang pertama terjadi saat usianya baru menginjak enam belas tahun. Edison berahasil menemukan sebuah alat yang amat berguna, yaitu sebuah alat yang disebut “automatic repeater” (pengulang otomatis), sebuah alat yang mampu menghantarkan sinyal di antara stasiun yang kosong. Namun sayangnya, Thomas Edison tidak mematenkan penemuan pertamanya itu.
Thomas Edison tak begitu risau akan hal itu, ia terus melakukan eksperimen. Hasilnya pun ia berhasil memciptakan sebuah mesin cetak telegrafis. Mesin temuannya itu kemudian dijualnya dan laku seharga 40.000,- dolar. Sebuah jumlah uang yang sangat besar untuk ukuran remaja seusia Thomas Edison. Dengan uang sebanyak itu tak lantas membuat Edison mabuk dan menghabiskan untuk bersenang-senang. Edison menggunakan uang itu untuk merintis bisnis mendirikan sebuh pabrik. Pabrik yang didirikan Edison beroperasi untuk membuat mesin telegrap yang mampu mengirim sampai empat berita secara besar-besaran.
Pabrik yang didirikan Edison karena kejeliannya dalam melihat peluang demi peluang, akhirnya dapat tumbuh secara pesat. Di usia 29 tahun di tahun 1876, Edison karena sudah memiliki uang yang berlebih segera merealisasikan obsesinya sejak kecil, yaitu mendirikan sebuah laboratorium yang amat besar untuk penelitian di bidang industri. Hasilnya dalam waktu hanya tiga belas bulan saja, laboratorium penelitiannya terbukti telah berhasil membuat tak kurang dari 400 penemuan. 
Thomas Edison dikenal sebagai penemu yang paling produktif. Edison telah melakukan berbagai eksperimen dan percobaan dan menghasilkan 3000 penemuan. Dari 3000 penemuan itu, Edison telah mematenkan 1093 penemuan. Betul-betul sebuah prestasi yang amat mengagumkan dan rekor ini pun belum terpecahkan hingga kini. Mayoritas penemuan Edison adalah pengembangan percobaan karyawan-karyawannya yang kemudian disempurnakan oleh Thomas Edison. Penemuan-penemuan Edison di samping bermanfaat bagi kehidupan manusia, juga banyak memberi sumbangan yang besar bagi Amerika di bidang kemiliteran. Di antaranya, deteksi pesawat terbang, penghancur periskop dan alat penghenti torpedo dengan jaring. 
Keberhasilan Thomas Edison dalam menghasilkan penemuan-penemuan yang luar biasa dan dalam jumlah besar tak bisa dilepaskan dari laboratoriumnya yang pertama di Menlo Park, New Jersey. Di laboratorium yang telah mengharumkan namanya inilah Thomas Alva Edison menghimpun kelompok peneliti yang punya kemampuan untuk membantu mengembangkan gagasan-gagasannya. Tak heran bila laboratorium Edison ini kelak menjadi acuan dan banyak ditiru oleh begitu banyak industri perusahaan.
Thomas Edison bukanlah seorang penemu semata, Edison juga terlibat dalam membuat dan mengorganisir berbagai perusahaan industri, yang akhirnya menjelma menjadi General Electric Company yang terkenal itu. Meskipun secara pembawaan Thomas Edison bukanlah seorang Ilmuwan murni, namun Thomas Edison juga membuat satu penemuan Ilmiah di tahun 1882. Thomas Edison menemukan bahwa dalam keadaan mendekati hampa udara, arus listrik dapat dialirkan diantara dua kawat yang tidak bersentuhan satu sama lain. Penemuan Edison ini kelak menuntun kearah perkembangan tabung hampa udara. 
Nama Thomas Alva Edison tetap melegenda, dihargai dan dihormati karena berhasil menemukan atau menciptakan tak hanya satu alat, tetapi lebih dari seribu alat.
Beberapa Alat yang bisa disebutkan di sini diantaranya adalah:
• Vote Recorder
Penemuan Thomas Edison yang pertama dan dipatenkan terjadi di tahun 1869 saat Edison berumur 22 tahun. Penemuan itu berupa mesin perekam suara telegrafik untuk badan legislatif. Dengan mesin ini temuan Edison ini, setiap anggota legislatif akan menggerakkan suatu tombol yang keudian akan merekam rancangan undang-undang yang mereka pilih. Namun sayang ketika alat tersebut dibawa oleh rekan bisnisnya ke Washington DC, ketua Komite yang tidak begitu terkesan dengan kecepatan mesin rekaman itu membuat pernyataan yang merendahkan mesin temuan Edison. Maka sejak saat itu, Thomas Alva Edison pun memutuskan hanya akan membuat alat atau penemuan yang dapat dijual.
• Bola Lampu Listrik
Saat Thomas Edison usia 31 tahun dan tengah berlibur dengan George Barker, seorang Profesor dari sebuah pergurua tinggi. Pada kesempatan liburan dengan seorang professor itulah Thomas Edison mendapatkan masukan dari George Baker agar membuat alat penerangan dari listrik yang bisa sangat membantu rumah tangga di seluruh Amerika. Thomas Edison menyambut baik ide cemerlang dari sahabatnya itu. Maka sekembalinya dari berlibur itu, dia segera ke laboratorium penciptaannya di Menlo Park. Edison segera membentuk tim yang terdiri dari para pakar, dan bahkan dengan berani membuat pernyataan ke seluruh dunia bahwa dalam tempo enam minggu dia akan menerangi rumah-tangga penduduk di Amerika.
Bola lampu pijar yang sudah ada sebelumnya sebelum Edison berniat mnyempurnakannya selalu mengalami masalah. Masalah utamnya adalah Filamen yang dialiri arus listrik tidak tahan terhadap panas dan akhirnya terbakar atau meleleh. Untuk mencari filament yang sempurna, maka Edison dan timnya melakukan olah uji coba sejumlah bahan, dan akhirnya pilihan jatuh kepada bahan platina yang mempunyai titik cair amat tinggi, 3.191 derajat Fahrenheit atau 1.755 derajat Celcius. 
Thomas Alva Edison tak berhenti sampai di sini, dia kemudian menguji sepotong benang kapas biasa yang telah diubah menjadi karbon dengan membakarnya dalam wadah yang terbuat dari tembikar. Filament itu ternyata amat rapuh dan beberapa sudah patah ketika sedang dipasang dalam lampu percobaan, tatapi akhirnya Edison beserta timnya berhasil memasangnya. Lampu pijar itu memancarkan cahaya lemah kemerahan dengan daya sekitar satu persen dari cahaya bola lampu 100 Watt modern dan terus menerus memancarkan cahaya. Edison dengan hati-hati mulai menambah arus semakin lama semakin tinggi yang membuat bola lampu itu semakin terang sampai filament putus. Bola lampu itu ternyata berhasil menyala kurang dari 14 jam.    
Di bawah bendera perusahaan Edison Electric Light Company, bola lampu pijar temuan Edison dan timnya terus mengalami penyempurnaan. Dan tahap berikutnya Edison Elictric Light Company mendirikan pembangkit tenaga listrik di Pearl Street, New York City, membentangkan kawat di dalam pipa yang pernah digunakan untuk menyalurkan gas ke rumah-rumah pelanggan. Para pelanggannya pun menjadi puas dan mereferensikan kepada sanak saudara mereka untuk ikut juga menggunakan bola lampu pijar buatan Edison di rumah-rumah mereka. Kini memasuki abad ke-20, tak kurang dari sejuta orang telah memiliki penerangan listrik di rumahnya. Dan seiring dengan kemajuan teknologi, kini bola lampu menggunakan filament dari nitrogen.
• Telepon
Thomas Edison menyempurakan telepon temuan Alexander Graham Bell yang tidak dapat beroperasi secara maksimal karena hanya dapat menjangkau radius tak melebihi 3-5 km. Edison kemudian melakukan percobaan untuk menyerpurnakan sistem telepon Graham Bell. Hasilnya telepon yang ditemukan Edison mampu digunakan untuk jarak yang tak terbatas, dan juga dengan kualitas suara yang jernih. Pada bulan Maret 1878 pun akhirnya menjadi hari yang bersejarah bagi Edison, teleponnya diuji dan mampu menghubungkan kota New York ke Philadelphia, Pennsylvania, yang berjarak sekitar 172 km.
• Sistem Pemecah atau Pendistribusian Tenaga Listrik
Thomas Alva Edison akhirnya mendapatkan pemikiran pengembangan bahwa bola lampu pijar hasil temuannya akan memerlurkan sistem pendistribusian listrik yang lebih efisien. Maka Thomas Edison segera membuat perencanaan yang detail untuk sistem pendistribusian tenaga listrik. Sisten tersebut termasuk penghasil arus listrik oleh dinamo sebagai suber listrik, dan kemudian menyalurkannya dalam jumlah sedikit ke rumah-rumah. Rancangan yang dibuat Edison ini juga meliputi rancangan untuk sirkuit parallel, sistem pengamanan dengan isolator, dan penggunaan jaringan kabel tembaga seperti yang digunakan pada sisten listrik modern.
• Phonograp
Di tahun 1877, Thomas Edison menampilkan penemuan yang membuatnya sangat terkenal, dan penemuan yang paling disenanginya. Penemuan itu adalah alat perekam yang disebutnya “phonograph”. Alat ini menggunakan suatu silinder yang dibungkus kertas timah, diputar dengan tangan, sementara sepucuk jarum mengikuti jalur yang ada pada silinder tersebut. Rekaman pertama yang dibuatnya adalah suara Edison sendiri membacakan sajak anak-anak “Mari Punya Domba”. Thomas Alva Edison mendapatkan hak paten atas temuan ini pada tahun 1878. Dengan temuan ini, kini orang bisa mendengarkan dan menikmati irama musik. Edison tak pernah membayangkan bahwa alat temuannya itu kelak dapat mendatangkan keuntungan berjuta-juta dollar lewat industri rekaman musik. 
• Emisi Thermionic (Edison Effect)
Emisi Thermionic atau disebut juga Effek Edison ditemukan oleh Thomas Edison saat dirinya tengah bergulat dengan percobaan-percobaan menyempurnakan bola lampu pijarnya. Pada saat itu Edison mendapatkan sebuah kesimpulan bahwa partikel karbon dari fillament yang menghitamkan sisi dalam bola lampunya karena disebabkan oleh emisi dari elektron dari fillament. Pendapat atau teori Thomas Edison ini muncul sebelum ada ilmuwan lain yang berhasil mengetahui keberadaan elektron sampai tahun 1897 ketika fisikawan Inggris yang bernama J.J.Thomson berhasil membuktikannya. Thomas Edison mendapatkan paten untuk semua peralatan yang menggunakan dasar pada teori ini pada tahun 1884.
• Dunia Tetap Mengenangnya 

Perjalanan hidup Thomas Edison layaknya sebuah dongeng. Dari anak yang mengalami kelambatan bicara dan akhirnya tak bersekolah di pendidikan formal, menjelma menjadi sosok penemu yang tak ada bandingannya. Penemuan demi penemuan yang berhasil diciptakannya adalah berkat kerja keras, konsistensi, dan dilalui dengan ribuan kegagalan dan jatuh bangun.  Dalam kurun waktu 84 tahun masa hidupnya, Thomas Edison telah memberikan sumbangan besar untuk kemudahan dan kehidupan yang lebih baik kepada umat manusia.
Thomas Edison menikah dua kali, istri pertamanya, Mary Stillwell mati muda, namun telah memberi tiga anak kepada Edison, yaitu Marion, Thomas, dan William. Sementara dengan istri keduanya, Mina Miller yang banyak membantu menciptakan lahirnya penemuan, mempunyai tiga anak, yaitu Madeleine, Charles, dan Theodore. Pribadi Edison sangat komplek, dan cerita tentang dirinya semasa hidup tak terhitung banyaknya.
Tiap orang sepakat bahwa Edison penemu besar yang genius yang pernah hidup di muka bumi. Selama hidupnya, Thomas Edison telah melakukan 3000 penemuan. Dari 3000 penemuan itu, Thomas Edison telah mematenkan 1093 penemuan. Angka ini merupakan rekor yang belum terpecahkan hingga kini. Mayoritas penemuan Edison adalah pengembangan percobaan karyawan atau asistennya yang kemudian disempurnakan olehnya. Penemuan Edison tak hanya bermanfaat bagi masyarakat banyak dan kemanusiaan, bagi bangsa dan negaranya pun Thomas Edison ikut menyumbangkan buah pemikirannya. Thomas Edison banyak membantu Amerika Serikat di bidang pertahanan atau kemiliteran.
Tahun 1920-an, kesehatan Thomas Edison berangsur-angsur mulai menurun.Tubuh ragawinya tak mampu lagi mengimbangi semangat kerjanya yang seakan tak pernah mati. Edison pun meninggal dunia di rumahnya, West Orange pada tanggal 18 Oktober 1931 dalam usia 84 tahun. Edison meninggal tepat di hari ulang tahun penemuan terbesarnya, bola lampu modern. Dan pada hari kematiannya tersebut, Edison masih melakukan penemuannya berupa masker kematian yang dilakukan di museum Henry Ford. 
Sebagai salah satu penemu besar yang namanya diakui dan disebut dengan hormat di seluruh dunia, Thomas Alva Edison menerima banyak macam tanda penghargaan dari seluruh penjuru dunia. Diantaranya yang terpenting terjadi di tahun 1881 saat pemerintah Perancis menganugerahi penghargaan bergengsi “Legion Of Honor” untuk menghargai penemuannya tentang sistem distribusi tenaga Listrik.
Pemerintah Italia pun tak mau  ketinggalan memberikan penghargaan bagi penemu yang luar biasa ini, yaitu penghargaan “Grand Officer of the Crown” pada tahun 1889.  Langkah kedua negara ini kemudian diikuti oleh negara-negara lain, seperti Inggris, Jepang, Rusia, dan Chile yang tak mau ketinggalan memberikan penghargaannya. Sementara Henry Ford yang pernah mendapatkan petunjuk dari Thomas Edison tentang ide pembuatan mobil, tak segan menghabiskan uangnya beberapa juta dollar untuk mendirikan museum of industry di Dearborn, Michigan, hanya untuk menampilkan semua penemuan Thomas Edison yang amat dipujanya.
Di tahun 1912, sesungguhnya Thomas Edison akan menerima “Hadiah Nobel”, tetapi Hadiah Nobel untuk pembangkitan dan penyebaran tenaga listrik itu harus diterimanya bersama asistennya, Tesla. Namun permusuhan kedua orang ini kian memanas, hingga Tesla tak sudi namanya dihubungkan dengan nama Thomas Edison. Akhirnya keduanya tak jadi menerima Hadiah Nobel Fisika. Sebagai bentuk penghargaan lainnya terjadi saat Thomas Alva Edison meninggal dunia, pemerintah Amerika Serikat sebagai tanda berkabung tak hanya menghimbau warga negaranya untuk mengheningkan cipta sejenak, tetapi juga telah memerintahkan untuk melakukan pemadaman listrik di seluruh wilayah negeri Adi daya itu selama dua menit.




f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Naia Alifia
23.58

Belum ada komentar untuk "Mengenal Tokoh Ilmuwan Dunia Thomas Alva Edison"

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)
Find Us :

Entri Populer

  • Frederick Winslow Taylor (1856-1915) Bapak Manajemen Ilmiah
  • Mengenal Tokoh Ilmuwan Dunia Thomas Alva Edison
  • Mengenal Tokoh Ilmuwan Dunia Albert Einstein
  • Mengenal Tokoh dan Ilmuwan Isaac Newton
  • Mengenal Tokoh Ilmuwan Dunia Benyamin Franklin

Labels

  • Ekonomi
  • mulanya
  • tokoh
Copyright 2013 anak pintar dan cerdas - All Rights Reserved
by Mas Sugeng - Powered by Blogger Template Free